Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

PENDIDIKAN

Tantangan Orangtua dalam Mendidik Genarasi Alpha di Era Digital

ASSAJIDIN.COM – Gen Alpha merupakan kelompok anak generasu pertama yang benar-benar hidup berdampingan dengan teknologi canggih sejah mereka dilahirkan. Dari alasan inilah mereka juga kerap di sebut sebagai generasi digital. Generasi Alpha merupakan mereka yang lahir ditahun 2010 ke atas sampai 2025 dan sudah ada 2,5 Juta Gen alpha lahir/minggu di dunia. Mereka sangat akrab dengan gadget, smartphone, lapton dan segala perangkat digitalisasi.

Generasi Alpha memiliki berbagai macam ciri sepetti mudah mengadu, malas meneliti sesuatu karena terobsesi dengan hal yan instan, ingin tampil gaya didepan orang lain, pesimitis dalam beberapa hal, menyikapi masalah tanpa pertimbangan yang matang, mudah putus asa dan galau dalan menghadapi masalah, mudah meniru hal yang baru tanpa tahu esensinya, mengesampingkan nilai-nilai akhlak, tradisi, dan norma kehidupan.

Menurut Pimpinan Fullday Daarul Qur’an Indonesia Dr. Mahmud Fauzi, MPd terdapat ancaman dan peluang di dunia digital dan revolusi industri keempat. Ancaman seperti secara global era digitalisasi akan menghilangkan sekitar 1 – 1,5 milliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis. Lalu, di estimasi bahwa dimasa yang akan datang, 65% murid sekolah dasar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada dihari ini.

Lihat Juga :  Kadiknas Kota Palembang: Daring atau PTM Sama Saja tak Efektif

Sedangkan peluang yang didapat, era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2.1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025. Terdapat potensi pengurangan emisi karbon kira-kira 26 milliar metrik ton dari tiga industri : elektronik (15,8 milliar), ligistik (9,9 miliar) dan otomotif (540 millir) dari tahun 2015 – 2025 (World Economic Forum).

Dalam gen alpha tentunya ada tantangan seperti kurangnya interaksi sosial, rendahnya empati, berpendidikan tinggi hingga akan adana jtaan lowongan pekerjaan terbaru, bersaing dengan robot, menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa – masa sekarang.

“Seperti dalam Qur’an Surah Ar Rad : 11 sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu keadaan kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri,”katanya.

Orangtua harus bisa menyikapi karakter Generasi Alpha yang tangguh ini seperti berikut.

1. akrab dengan sesuatu yang instan, Berarti orang tua harus menekankan pentingnya proses dalam mencapai tujuan.

2.Generasi yang suka bersosialisasi namun kurang suka berbagi. “hal ini memvuat orangtua wajib mengajarkan konsep syukur dan memberi contoh keterlibatan dalam bersosialisasi,” katanya saat menyampaikan materi melalui Zoom Gerakan Literasi Digital 2021, Lubuk linggau Sumatera Selatan, Rabu (3/11/21).

Lihat Juga :  Delapan Cara Bagi Orangtua Dampingi Anak dalam Menangkal Dampak Negatif Dunia Digital

3. Mudah beradaptasi sehingga terlihat kurang konsistem. Maka penekanan bahwa sesuatu yang dimulai harus diselesaikan terlebih dahulu diperlukan.

4. Tidak menyukai terikat aturan baku. Karenanya orangtua harus mengenalkan norma, kedisiplinan secara bersahabat dan dicontohkan dalam keseharian, bukan malah menyurih.

5. Teknologi sebagai kebutuhan mendasar. Orang tua diwajibkan melek teknologi untuk mendampingi penggunaan teknologi oleg anak.

6. Generasi yang jauh lebih cerdas dibandingkan generasi sebelumnya. Perab orang tua untuk mengarahkan kemampuan anak pada hal positif diperlukan.

7. Mudah terpapar hal negatif. Orang tua bertindak sebagai barrier, pengarah, menanamkan hal positif serta peran pengawasan.

Dalam mendampingi anak Generasi Alpha, diperlukan strategi seperti menjalin komunikasi positif, membangun kesepakatan, jadi teladan yang baik dan positif, mendampingi dan memantau medsos anak, saling memotivasi dan kolaborasi.

Banyak cara mendidik anak, namun untuk generasi alpha ada beberapa tips seperti menanamkan value dari kegiatan sehari-hari, melibatkan anak pada kegiatan sosial, terapkan gaya pengasuhan yang berwibawa, perbanyak komunikasi verbal, meningkat daya juang, meningkatkan life skill di rumah.

“Kini hadir generasi Aplha, yang melebihi era daripada papa, waspada agar tidak nestapa, inilah ujian yang harus di tempa,”katanya. (*/Tri jumartini)

Back to top button