Heboh Virus Corona, Gubernur Sumsel tidak Larang WNA Tiongkok Berkunjung ke Sumsel
AsSAJIDIN.COM — Meskipun saat ini sedang viralnya virus korona yang terjadi di Tiongkok, tak membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melarang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok untuk datang mengunjungi Provinsi Sumsel. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung, Rabu (29/01/2020).
Deru mengatakan, pihaknya tidak akan melarang WNA asal Tiongkok untuk datang ke Provinsi Sumsel. “Kita tidak bisa melarang orang mau datang kesini, masa mereka mau datang kita langsung mengusir mereka. Apalagi nanti ada perayaan Cap Gomeh pada Februari 2020 nanti,” katanya
Pihaknya tidak bisa melarang WNA asal Tiongkok untuk datang ke Provinsi Sumsel dikarenakan belum ada instruksi dari Pemerintah Pusat. “Ya, kita selaku pemerintah daerah belum mendapatkan intruksi dari pemerintah pusat mengenai larangan WNA untuk berkunjung ke suatu wilayah,” ujar Deru
Deru menjelaskan, meskipun tidak melarang WNA asal Tiongkok untuk datang ke Provinsi Sumsel, namun pihaknya akan memperketat penjagaan dan pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan seperti di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dan pelabuhan. “Kita sudah minta kepada petugas di Bandara SMB II Palembang, pelabuhan, dan Dinas Kesehatan untuk mengawasi secara ketat WNA yang berkunjung ke Sumsel dengan cara memasang alat pendeteksi suhu tubuh,” jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, selain memasang alat pendeteksi suhu tubuh, pemprov Sumsel juga telah mempersiapkan ruangan khusus isolasi di Bandara Internasional SMB II dan Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang. “Jadi jika nantinya ada WNA yang datang terdeteksi virus korona dan suhu tubuh mereka tinggi maka langsung mendapatkan perawatan pertama di ruangan isolasi yang kami siapkan,” ungkap Deru.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumsel dengan bergerak cepat mengantisipasi masuknya penyebaran virus korona di Sumsel. Selain memasang Thermal Scanner di bandara untuk mengecek penumpang yang datang, Dinkes juga melakukan pemeriksaan pendatang dengan menggunakan Termometer Infra Red di Pelabuhan. “Kami sudah mengaktifkan thermal scanner di bandara SMB II Palembang. Bahkan untuk Pelabuhan Laut Boom Baru dan Sungai Lumpur kami memindai suhu kru kapal dengan thermometer infra merah,” katanya
Selain memasang sejumlah alat itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Palembang, Dinkes kabupaten/kota di Sumsel, Rumah Sakit serta Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. “Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan provinsi Sumsel menghadapi ancaman virus korona. Dan yang penting selain mensiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan, juga mengedukasi masyarakat agar mengetahui apa itu virus corona, bahayanya dan upaya pencegahannya secara mandiri melalui media elektronik maupun cetak,” ujar Lesty.
Lesti mengungkapkan, bahkan sejumlah rumah sakit pun saat ini sudah disiapkan jika sebagai langkah penanganan jika virus korona tersebut masuk ke Sumsel. Seperti di RSMH dan RSUD Siti Fatimah Palembang telah menyiapkan ruang isolasi untuk penanganan pasien yang dicurigai terinfeksi. “Demikian juga RS Siti Aisah Lubuk Linggau, RSUD lahat dan RSUD Kayuagung sudah siap sebagai rujukkan utama yg ditunjuk kemenkes RI,” ungkapnya (*/sumber: sibernas/MN)
