Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SYARIAH

Mandi Junub yang Benar Menurut Ustadz Khalid Basalamah, Boleh Langsung Shalat Asal tidak Melakukan Hal Ini

ASSAJIDIN.COM– Menyegerakan mandi junub sangat dianjurkan apalagi bagi mereka yang saat itu akan segera melakukan shalat fardu atau melakukan ibadah lain agar lebih baik lagi.

Menyegerakan mandi junub disebut pula yang lebih utama, meski boleh menundanya, namun bersuci dan menjaga wudhu dan kesucian diri sangat dianjurkan.

Mandi junub adalah bagian dari wudhu yakni perisai diri agar tidak mudah tergoda dari bujukan setan, selain itu, orang yang senantiasa menjaga wudhu, maka ia akan lebih semangat melakukan ibadah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak mampu menghitungnya. Dan beramallah, sesungguhnya amal yang paling utama adalah shalat. Dan tak ada yang menjaga wudhu kecuali orang mukmin.” (HR Ibnu Majah).

Lihat Juga :  ASMI Sriwijaya Buka Diri Jalin Kerja Sama dengan Dunia Usaha dan Industri

Pada hadis itu istiqomah, shalat, dan wudhu memiliki korelasi yang baik dalam beribadah dan juga dalam setiap hal yang dilakukan agar bernilai pahala yang lebih.

Orang yang senantiasa dalam keadaan berwudhu setiap selesai berhadas, walaupun tidak dalam waktu shalat, berarti dia telah menjaga kesucian lahir, sedangkan kesucian batin bisa dilakukan dengan keistiqomahan hati dalam beribadah kepada Allah SWT.

Nah, sebelum menjaga wudhu, salah satu tentang menjaga kesucian itu adalah mandi junub yang disegerakan ada beberapa cara yang dianjurkan sesuai dengan sunnah Nabi.

Ustadz Khalid Basalamah membeberkan syarat wajib mandi junub itu, yang pertama membasuh telapak tangan tiga kali, wajah tiga kali, membersihkan kemaluan sampai bersih

Lihat Juga :  Hidup Berkasih Sayang Menurut Alquran dan Hadist

Kemudian wudhu seperti wudhu sholat, setelah itu mengambil air pada jari-jari telapak tangan lalu dipegang pada sisi kanan kepala sampai air tersentuh di kulit kepala.

Baru menyiram sisi kanan tiga kali dan buatlah sisi kiri bagian atas dan seluruh tubuh, dan biarkan air mengalir sampai ke bawah lalu menyela-nyela bagian tubuh seperti ketiak, pusat, hingga bagian belakang lipatan lutut kaka.

“Boleh dibawa untuk salat jika tidak ada yang membatalkan, jika kentut, buang air kecil setelahnya, atau mungkin menggunakan shampo lalu tangan menyentuh kemaluan maka dianjurkan berwudhu lagi untuk tetap menjaga kesucian,” katanya. (reno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button