Tentang Shalat Sunnah Maghrib Sesudah dan Sebelumnya

ASSAJIDIN.COM —ย ย Sholat Magrib memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya secara rutin setiap hari.
Bagaimana shalat sunnah Maghrib yaitu qabliyah dan badiyahnya? Bisa Anda kaji secara langsung lewat tulisan ini yang diambil dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail.
201. Bab Shalat Sunnah Maghrib Sesudah dan Sebelumnya
ุชูููุฏููู ู ููู ููุฐููู ุงูุฃูุจูููุงุจู ุญูุฏูููุซู ุงุจููู ุนูู ูุฑู ููุญูุฏูููุซู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุ ููููู ูุง ุตูุญูููุญูุงูู : ุฃูููู ุงููููุจูููู โ ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ููุงูู ููุตููููู ุจูุนุฏู ุงูู ูุบูุฑูุจู ุฑูููุนูุชููููู.
Pada bab-bab sebelumnya terdapat hadits Ibnu โUmar dan Aisyah yang shahih di mana disebutkan bahwa Nabishallallahu โalaihi wa sallamย melaksanakan shalat bada Maghrib dua rakaat.
Hadits #1122
ููุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ู ูุบูููููู โ ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู โ ุ ุนููู ุงููููุจูููู โ ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ุ ููุงูู : (( ุตูููููุง ููุจููู ุงูู ูุบูุฑูุจู )) ููุงูู ููู ุงูุซููุงููุซูุฉู : (( ููู ููู ุดูุงุกู )) ุฑูููุงูู ุงูุจูุฎูุงุฑูููู.
Dari โAbdullah bin Mughaffalย radhiyallahu โanhu, Nabiย shallallahu โalaihi wa sallamย bersabda, โShalatlah kalian sebelum Maghrib.โ Beliau berkata, pada yang ketiga kalinya, โBagi siapa yang mau.โ (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1183]
Hadits #1123
ููุนููู ุฃูููุณู โ ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู โ ุ ููุงูู : ููููุฏู ุฑูุฃููุชู ููุจูุงุฑู ุฃุตูุญูุงุจู ุฑูุณูููู ุงูููู โ ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ุ ููุจูุชูุฏูุฑูููู ุงูุณููููุงุฑููู ุนููุฏู ุงูู ูุบูุฑูุจู . ุฑูููุงูู ุงูุจูุฎูุงุฑูููู.
Dari Anasย radhiyallahu โanhu, ia berkata, โAku telah melihat para sahabat senior Rasulullahย shallallahu โalaihi wa sallamย bersegera menuju tiang-tiang masjid ketika Maghrib.โ (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 504]
Hadits #1124
ููุนููููู ุ ููุงูู : ูููููุง ููุตููููู ุนูููู ุนูููุฏู ุฑูุณููููู ุงูููู โ ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ุฑูููุนูุชููููู ุจูุนูุฏู ุบูุฑููุจู ุงูุดููู ูุณู ููุจููู ุงูู ูุบูุฑูุจู ุ ููููููู : ุฃูููุงูู ุฑุณููู ุงููู โ ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ุตููุงูููู ุง ุ ููุงูู : ููุงูู ููุฑูุงููุง ููุตูููููููู ูุง ููููู ู ููุฃู ูุฑูููุง ููููู ู ููููููููุง . ุฑูููุงูู ู ูุณูููู ู.
Dari Anasย radhiyallahu โanhu, ia berkata, โKami biasa melakukan shalat pada masa Rasulullahย shallallahu โalaihi wa sallamย dua rakaat setelah terbitnya matahari sebelum shalat Maghrib. Maka dikatakan, โApakah Rasulullah melakukan hal itu?โโ Anas menjawab, โBeliau melihat kami melakukannya, tetapi beliau tidak memerintahkan dan tidak pula melarang kami.โ (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 836]
Hadits #1125
ููุนููููู ุ ููุงูู : ูููููุง ุจูุงูู ูุฏููููุฉู ููุฅุฐูุง ุฃุฐูููู ุงูู ูุคูุฐูููู ููุตููุงูุฉู ุงูู ูุบูุฑูุจู ุ ุงุจูุชูุฏูุฑููุง ุงูุณููููุงุฑููู ุ ููุฑูููุนููุง ุฑูููุนูุชููููู ุ ุญูุชููู ุฅููู ุงูุฑููุฌููู ุงูุบูุฑูุจู ููููุฏูุฎููู ุงูู ูุณูุฌูุฏู ููููุญูุณูุจู ุฃููู ุงูุตูููุงูุฉู ููุฏู ุตููููููุชู ู ููู ููุซูุฑูุฉู ู ููู ููุตูููููููู ูุง . ุฑูููุงูู ู ูุณูููู ู.
Dari Anasย radhiyallahu โanhu, ia berkata, โDahulu ketika kami berada di Madinah, lalu ketika muazin mengumandangkan azan Maghrib, mereka langsung saling berlomba untuk melakukan shalat dua rakaat dan dua rakaat. Sampai-sampai jika ada orang asing yang masuk ke dalam masjid, ia akan menyangka bahwa shalat Maghrib sudah dilaksanakan karena saking banyaknya orang yang melakukan shalat dua rakaat tersebut.โ (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 837]
Faedah Hadits
- Imam Nawawi menjelaskan, โRiwayat-riwayat di atas menunjukkan akan dianjurkannya shalat sunnah dua rakaat antara tenggelamnya matahari dan shalat maghrib dilaksanakan. Namun mengenai anjuran shalat sunnah sebelum Maghrib ada dua pendapat dalam madzhab Syafiโi, yang paling kuat dalam madzhab adalah tidak disunnahkan. Namun berdasarkan pendapat para peneliti hadits, yang lebih kuat adalah shalat sunnah sebelum Maghrib tetap disunnahkan, alasannya karena dukungan hadits-hadits di atas.โ (Syarh Shahih Muslim, 6:111).
- Shalat sunnah itu bertingkat-tingkat derajatnya.
- Para sahabat shalat menghadap tiang seperti disebutkan dalam hadits #1123, menunjukkan dianjurkan shalat menghadap sutrah. Ini jadi dalil bolehnya menjadikan tiang sebagai sutrah atau pembatas shalat.
- Sunnah Nabi itu ada yang berupa perkataan, perbuatan, dan ada yang persetujuan.
Shalat Qabliyah Maghrib Tidak Masuk dalam 12 Rakaat Rawatib
Shalat sunnah sebelum maghrib (qabliyah Maghrib) tidak masuk dalam shalat sunnah yang ditekankan. Karena yang sangat dianjurkan adalah 12 rakaat yang dijaga setiap hari sebagaimana disebutkan dalam hadits,
ู ููู ุซูุงุจูุฑู ุนูููู ุซูููุชููู ุนูุดูุฑูุฉู ุฑูููุนูุฉู ู ููู ุงูุณูููููุฉู ุจูููู ุงูููููู ูููู ุจูููุชูุง ููู ุงููุฌููููุฉู ุฃูุฑูุจูุนู ุฑูููุนูุงุชู ููุจููู ุงูุธููููุฑู ููุฑูููุนูุชููููู ุจูุนูุฏูููุง ููุฑูููุนูุชููููู ุจูุนูุฏู ุงููู ูุบูุฑูุจู ููุฑูููุนูุชููููู ุจูุนูุฏู ุงููุนูุดูุงุกู ููุฑูููุนูุชููููู ููุจููู ุงููููุฌูุฑู
โBarangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelumย zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah โIsya, dan dua rakaat sebelum shubuh.โ (HR. Tirmidz, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasaโi, no. 1795; dari โAisyah. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniย shahih).
Waktu Shalat Maghrib Apakah Benar Satu Waktu?
Dalamย Matan Al-Ghayah wa At-Taqribย karya Abu Syujaโ disebutksan, โWaktu shalat Maghrib hanya satu, dimulai saat matahari tenggelam. Lamanya sekadar azan, berwudhu, menutup aurat, iqamah, dan mengerjakan shalat lima rakaโat.โ Yang dimaksud shalat lima rakaโat adalah shalat Maghrib tiga rakaโat ditambah shalat sunnah baโda Maghrib dua rakaโat.
Dalil dari pendapat di atas adalah yang disebutkan dalam hadits Jibril karena ia pada hari pertama dan kedua mengerjakan shalat Maghrib di satu waktu. Hal ini berbeda dengan pengerjaan shalat lain yang dilakukan oleh Jibril. Demikian jadi alasan sebagian besar ulama Syafiโiyah. Inilah qoul jadiid dari Imam Syafiโi, yaitu pendapat ketika beliau di Mesir (Lihatย Al-Iqnaโ, 1:198).
Yang pasti awal waktu shalat Maghrib adalah saat matahari tenggelam dengan sempurna. Sedangkan mengenai akhir waktu shalat Maghrib diperselisihkan oleh para ulama termasuk oleh ulama Syafiโiyah sendiri. Sebagian ulama Syafiโiyah berbeda dengan pendapat seperti Abu Syujaโ di atas. Mereka menganggap bahwa shalat Maghrib yang dilakukan oleh Jibril di satu waktu menunjukkan bahwa waktu tersebut adalah waktu fadhilah (utama). Menurut Imam Nawawi, waktu shalat Maghrib masih boleh hingga cahaya merah saat matahari tenggelam menghilang. Dalilnya adalah hadits โAbdullah bin โAmr,
ููููููุชู ุตููุงูุฉู ุงููู ูุบูุฑูุจู ู ูุง ููู ู ููุบูุจู ุงูุดูููููู
โWaktu shalat Maghrib adalah selama cahaya merah (saat matahari tenggelam) belum hilang.โ (HR. Muslim, no. 612). Inilah dalil yang menjadi alasan Imam Nawawi dan sebagian ulama Syafiโiyah lainnya yang lebih cenderung pada pendapat qodiim (yang lama, saat Imam Syafiโi di Irak) (Lihatย Kifayah Al-Akhyar,hlm. 80 danย Al-Iqnaโ, 199). Pendapat inilah yang lebih kuat.
Juga perlu dipahami bahwa sebelum shalat Maghrib masih ada kesempatan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaโat. Dari โAbdullah bin Mughaffal Al-Muzaniyย radhiyallahu โanhu, Nabiย shallallahu โalaihi wa sallamย bersabda, โKerjakanlah shalat sebelum Maghrib dua rakaโat.โ Kemudian beliau bersabda lagi, โKerjakanlah shalat sebelum Maghrib dua rakaโat.โ Kemudian beliau bersabda sampai yang ketiga dengan ucapan yang sama, lalu beliau ucapkan, โBagi siapa yang mau.โ Hal ini beliau katakan karena tidak disukai jika hal tersebut dirutinkan. (HR. Abu Daud, no. 1281 dan Ahmad, 5:55. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Semoga Allah beri taufik dan hidayah untuk terus menjaga amal shalih.
Referensi:
- Al-Iqnaโ fii Halli Alfazhi Abi Syuja`โ. Syamsuddin Muhammad bin Muhammad Al-Khatib. Penerbit Al-Maktabah At-Taufiqiyah, Mesir.
- Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โIed Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid kedua.
- Bughyah Al-Mutathawwiโ fi Shalat At-Tathowwuโ. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Al-Bazmul. Penerbit Dar At-Tauhid.
Oleh:ย Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : Rumaysho.com
