Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SYARIAH

Tentang Shalat Sunnah Maghrib Sesudah dan Sebelumnya

ASSAJIDIN.COM —ย ย Sholat Magrib memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya secara rutin setiap hari.

Bagaimana shalat sunnah Maghrib yaitu qabliyah dan badiyahnya? Bisa Anda kaji secara langsung lewat tulisan ini yang diambil dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail.

 

201. Bab Shalat Sunnah Maghrib Sesudah dan Sebelumnya

 

ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุญูŽุฏููŠู’ุซู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุญูŽุฏููŠู’ุซู ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽู‡ูู…ูŽุง ุตูŽุญููŠู’ุญูŽุงู†ู : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุจูŽุนุฏูŽ ุงู„ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู.

Pada bab-bab sebelumnya terdapat hadits Ibnu โ€˜Umar dan Aisyah yang shahih di mana disebutkan bahwa Nabishallallahu โ€˜alaihi wa sallamย melaksanakan shalat bada Maghrib dua rakaat.

 

Hadits #1122

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูุบูŽููŽู‘ู„ู โ€“ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€“ ุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : (( ุตูŽู„ูู‘ูˆุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู…ูŽุบู’ุฑูุจู )) ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุงู„ุซูŽู‘ุงู„ูุซูŽุฉู : (( ู„ูู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ )) ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุจูุฎูŽุงุฑููŠูู‘.

Dari โ€˜Abdullah bin Mughaffalย radhiyallahu โ€˜anhu, Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, โ€œShalatlah kalian sebelum Maghrib.โ€ Beliau berkata, pada yang ketiga kalinya, โ€œBagi siapa yang mau.โ€ (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 1183]

 

Hadits #1123

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู โ€“ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€“ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŠู’ุชู ูƒูุจูŽุงุฑูŽ ุฃุตู’ุญูŽุงุจู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุŒ ูŠูŽุจู’ุชูŽุฏูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ูˆูŽุงุฑููŠูŽ ุนูู†ุฏูŽ ุงู„ู…ูŽุบู’ุฑูุจู . ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุจูุฎูŽุงุฑููŠูู‘.

Dari Anasย radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, โ€œAku telah melihat para sahabat senior Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersegera menuju tiang-tiang masjid ketika Maghrib.โ€ (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 504]

 

Hadits #1124

ูˆูŽุนูŽู†ู’ู‡ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุบูุฑููˆุจู ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุŒ ููŽู‚ููŠู„ูŽ : ุฃูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุตูŽู„ุงูŽู‘ู‡ู…ุง ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฑูŽุงู†ูŽุง ู†ูุตูŽู„ูู‘ูŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู…ูุฑู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู†ูŽุง . ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ.

Dari Anasย radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, โ€œKami biasa melakukan shalat pada masa Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dua rakaat setelah terbitnya matahari sebelum shalat Maghrib. Maka dikatakan, โ€˜Apakah Rasulullah melakukan hal itu?โ€™โ€ Anas menjawab, โ€œBeliau melihat kami melakukannya, tetapi beliau tidak memerintahkan dan tidak pula melarang kami.โ€ (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 836]

 

Hadits #1125

ูˆูŽุนูŽู†ู’ู‡ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูƒูู†ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ููŽุฅุฐูŽุง ุฃุฐูŽู‘ู†ูŽ ุงู„ู…ูุคูŽุฐูู‘ู†ู ู„ูุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุŒ ุงุจู’ุชูŽุฏูŽุฑููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ูˆูŽุงุฑููŠูŽ ุŒ ููŽุฑูŽูƒูŽุนููˆุง ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ุงู„ุบูŽุฑูŠุจูŽ ู„ูŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ููŽูŠูŽุญู’ุณูŽุจู ุฃู†ูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุตูู„ูู‘ูŠูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ู…ูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠู‡ูู…ูŽุง . ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ.

Lihat Juga :  Kapan Orang yang akan Berkurban Memulai Niatnya?

Dari Anasย radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, โ€œDahulu ketika kami berada di Madinah, lalu ketika muazin mengumandangkan azan Maghrib, mereka langsung saling berlomba untuk melakukan shalat dua rakaat dan dua rakaat. Sampai-sampai jika ada orang asing yang masuk ke dalam masjid, ia akan menyangka bahwa shalat Maghrib sudah dilaksanakan karena saking banyaknya orang yang melakukan shalat dua rakaat tersebut.โ€ (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 837]

 

Faedah Hadits

  1. Imam Nawawi menjelaskan, โ€œRiwayat-riwayat di atas menunjukkan akan dianjurkannya shalat sunnah dua rakaat antara tenggelamnya matahari dan shalat maghrib dilaksanakan. Namun mengenai anjuran shalat sunnah sebelum Maghrib ada dua pendapat dalam madzhab Syafiโ€™i, yang paling kuat dalam madzhab adalah tidak disunnahkan. Namun berdasarkan pendapat para peneliti hadits, yang lebih kuat adalah shalat sunnah sebelum Maghrib tetap disunnahkan, alasannya karena dukungan hadits-hadits di atas.โ€ (Syarh Shahih Muslim, 6:111).
  2. Shalat sunnah itu bertingkat-tingkat derajatnya.
  3. Para sahabat shalat menghadap tiang seperti disebutkan dalam hadits #1123, menunjukkan dianjurkan shalat menghadap sutrah. Ini jadi dalil bolehnya menjadikan tiang sebagai sutrah atau pembatas shalat.
  4. Sunnah Nabi itu ada yang berupa perkataan, perbuatan, dan ada yang persetujuan.

 

Shalat Qabliyah Maghrib Tidak Masuk dalam 12 Rakaat Rawatib

Shalat sunnah sebelum maghrib (qabliyah Maghrib) tidak masuk dalam shalat sunnah yang ditekankan. Karena yang sangat dianjurkan adalah 12 rakaat yang dijaga setiap hari sebagaimana disebutkan dalam hadits,

ู…ูŽู†ู’ ุซูŽุงุจูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุซูู†ู’ุชูŽู‰ู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ู†ูŽู‘ุฉู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุธูู‘ู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œBarangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelumย zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah โ€˜Isya, dan dua rakaat sebelum shubuh.โ€ (HR. Tirmidz, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasaโ€™i, no. 1795; dari โ€˜Aisyah. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniย shahih).

 

Waktu Shalat Maghrib Apakah Benar Satu Waktu?

Dalamย Matan Al-Ghayah wa At-Taqribย karya Abu Syujaโ€™ disebutksan, โ€œWaktu shalat Maghrib hanya satu, dimulai saat matahari tenggelam. Lamanya sekadar azan, berwudhu, menutup aurat, iqamah, dan mengerjakan shalat lima rakaโ€™at.โ€ Yang dimaksud shalat lima rakaโ€™at adalah shalat Maghrib tiga rakaโ€™at ditambah shalat sunnah baโ€™da Maghrib dua rakaโ€™at.

Lihat Juga :  Benarkah Suami Boleh Pukul Istri dalam Islam? Begini Penjelasan Lengkapnya

Dalil dari pendapat di atas adalah yang disebutkan dalam hadits Jibril karena ia pada hari pertama dan kedua mengerjakan shalat Maghrib di satu waktu. Hal ini berbeda dengan pengerjaan shalat lain yang dilakukan oleh Jibril. Demikian jadi alasan sebagian besar ulama Syafiโ€™iyah. Inilah qoul jadiid dari Imam Syafiโ€™i, yaitu pendapat ketika beliau di Mesir (Lihatย Al-Iqnaโ€™, 1:198).

Yang pasti awal waktu shalat Maghrib adalah saat matahari tenggelam dengan sempurna. Sedangkan mengenai akhir waktu shalat Maghrib diperselisihkan oleh para ulama termasuk oleh ulama Syafiโ€™iyah sendiri. Sebagian ulama Syafiโ€™iyah berbeda dengan pendapat seperti Abu Syujaโ€™ di atas. Mereka menganggap bahwa shalat Maghrib yang dilakukan oleh Jibril di satu waktu menunjukkan bahwa waktu tersebut adalah waktu fadhilah (utama). Menurut Imam Nawawi, waktu shalat Maghrib masih boleh hingga cahaya merah saat matahari tenggelam menghilang. Dalilnya adalah hadits โ€˜Abdullah bin โ€˜Amr,

ูˆูŽูˆูŽู‚ู’ุชู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุบูุจู ุงู„ุดูŽู‘ููŽู‚ู

โ€œWaktu shalat Maghrib adalah selama cahaya merah (saat matahari tenggelam) belum hilang.โ€ (HR. Muslim, no. 612). Inilah dalil yang menjadi alasan Imam Nawawi dan sebagian ulama Syafiโ€™iyah lainnya yang lebih cenderung pada pendapat qodiim (yang lama, saat Imam Syafiโ€™i di Irak) (Lihatย Kifayah Al-Akhyar,hlm. 80 danย Al-Iqnaโ€™, 199). Pendapat inilah yang lebih kuat.

Juga perlu dipahami bahwa sebelum shalat Maghrib masih ada kesempatan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaโ€™at. Dari โ€˜Abdullah bin Mughaffal Al-Muzaniyย radhiyallahu โ€˜anhu, Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, โ€œKerjakanlah shalat sebelum Maghrib dua rakaโ€™at.โ€ Kemudian beliau bersabda lagi, โ€œKerjakanlah shalat sebelum Maghrib dua rakaโ€™at.โ€ Kemudian beliau bersabda sampai yang ketiga dengan ucapan yang sama, lalu beliau ucapkan, โ€œBagi siapa yang mau.โ€ Hal ini beliau katakan karena tidak disukai jika hal tersebut dirutinkan. (HR. Abu Daud, no. 1281 dan Ahmad, 5:55. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Semoga Allah beri taufik dan hidayah untuk terus menjaga amal shalih.

 

Referensi:

  1. Al-Iqnaโ€™ fii Halli Alfazhi Abi Syuja`โ€™. Syamsuddin Muhammad bin Muhammad Al-Khatib. Penerbit Al-Maktabah At-Taufiqiyah, Mesir.
  2. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid kedua.
  3. Bughyah Al-Mutathawwiโ€™ fi Shalat At-Tathowwuโ€™. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Al-Bazmul. Penerbit Dar At-Tauhid.

 

Oleh:ย Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Rumaysho.com

Back to top button