Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAMMOZAIK ISLAM

Amat Buruk Prilaku Orang yang Bersifat Tergesa-gesa

Oleh. Bangun Lubis

Ada banyak sifat manusia yang digambarkan dalam Alquran. Penggambaran sifat-sifat ini akan membantu kita untuk lebih introspeksi diri sehingga menjadi manusia yang dicintai Allah SWT.

Setiap individu tersebut pasti memiliki sifat yang berbeda-beda. Biasanya dipengaruhi oleh lingkungan serta pengalaman di masa lalu. Akan tetapi, tidak semua karakter atau sifat bisa membuatmu bahagia. Sifat angkuh, sombong, dan tidak mau menerima pendapat orang lain bisa membuatmu tidak dicintai atau disenangi oleh orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, karakter atau sifat yang baik haruslah sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan membuat orang di sekitarmu merasa nyaman. Percaya atau tidak, beberapa sifat manusia juga bisa memberikan kebahagiaan dalam hidup. Dengan sifat-sifat tersebut, kita bisa hidup damai, aman, sejahtera dan bahagia.

Ada salah satu sifat manusia yang dimiliki sesuai dengan firman Allah, manusia itu lemah;  “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28). Manusia itu juga gampang terperdaya “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6) 

Lalu suka  lalai. “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur:  1) . Kemudian penakut. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

Coba kita simak bahwa manusia itu dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Firman Allah;” Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.[al-Anbiyâ’/21:37].

Lihat Juga :  Doa Hari ke-26 Bulan Ramadhan, Berilah Ridho dan Terimalah Amal Saleh Hamba Yaa Allah

Jangan Tergesa-Gesa

Allah melarang manusia untuk bersifat tergesa-gesa, meminta segera didatangkannya sesuatu yang belum tiba saatnya, dan belum pasti datangnya. Di samping itu Allah menerangkan bahwa walaupun sifat tergesa-gesa itu sudah dijadikan-Nya sebagai salah satu sifat pada manusia, namun manusia telah diberi kemampuan untuk menahan diri dan mengatasi sifat tersebut, dengan cara membiasakan diri bersikap tenang, sabar, dan mawas diri.(Tafsir Alquran, Depag)
Tergesa-gesa adalah penyakit manusia. Oleh karena itu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam hadits-nya bahwa ketergesa-gesaan berasal dari setan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak tergesa-gesa/ketenangan datangnya dari Allâh, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.
 

Inilah hukum asal dari tergesa-gesa. Semuanya berasal dari bisikan setan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita menghindarinya kecuali pada perkara yang dibenarkan oleh syariat, seperti: disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika sudah masuk waktu Maghrib, menyegerakan untuk menikah jika sudah memiliki syahwat dan kemampuan serta tidak menunda-nundanya .

Lihat Juga :  Bulan Apa Sebaiknya Kita Menikah, Ini Penjelasannya

Contoh perbuatan-perbuatan yang mengandung ketergesa-gesaan yang disebutkan di beberapa hadits dan atsar: Tergesa-Gesa Dalam Berdoa Dengan Mengatakan Bahwa Allâh Belum Menerima Doanya, Sehingga Dia Tidak Berdoa Lagi Kepada Allâh. Padahal, Allah pasti mengijabahnya, pada waktu yang tepat.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;“Senantiasa (doa) seorang hamba dikabulkan selama dia tidak memohon suatu dosa, memutus silaturahmi dan tidak tergesa-gesa.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Apa arti tergesa-gesa (dalam berdoa)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Orang yang berdoa tersebut mengatakan, ‘Saya telah berdoa. Dan saya benar-benar telah berdoa, tetapi Allâh Azza wa Jalla tidak mengabulkan doaku.’ Kemudian dia berhenti berdoa dan meninggalkannya.

Itulah sebagian dari sifat manusia yang disebutkan dalam al-Quran.    Sungguh nikmat iman dan islam ini bukanlah sesuatu yang kita dapat dengan mudah!  Tetapi sungguh, iman seorang mukmin yang baik, akan tetap memiliki trend yang menanjak. Disinilah mungkin loyalitas kita kepada Allah diuji. Apakah kita bisa, belajar mencintai Allah diatas segala sesuatu, belajar mencintai sesuatu karena Allah, serta belajar membenci kekufuran.(*)

 

 

Back to top button