Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

200 Titik Sumbatan Aliran Air Sebabkan Palembang Kebanjiran, ini 6 Kecamatan Paling Rawan

ASSAJIDIN.COMSelain cuaca ekstrem, Pemerintah Kota Palembang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah memetakan ada 200 titik sumbatan aliran air yang menyebabkan hampir seluruh wilayah Kota Palembang kebanjiran 25 Desember lalu.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat rapat koordinasi dengan BBWS VIII, BMKG Sumsel dan instansi terkait, Senin (27/12/2021).

“Dari BBWS diketahui ada 200 titik sumbatan tersebar di seluruh Palembang, mulai dari mendirikan bangunan di atas aliran air, sungai mengecil bahkan hilang. Harus dipetakan lagi untuk mengatasi banjir jangka pendek dan panjang,” kata Fitrianti.

Fitrianti mengatakan, Dinas PUPR harus siapa pompa portabel terutama di 200 titik aliran tersumbat itu. Selain itu camat dan lurah harus siaga di wilayah masing-masing.

Lihat Juga :  Di Palembang, Masih Ada 4.500 Rumah Belum Layak Huni

“Ini wilayah rawan banjir di Palembang, Kecamatan Sako, Kemuning, Ilir Timur 1, Ilir Timur 2, Ilir Timur 3 dan wilayah Ulu ada Kertapati. Kita sudah petakan daerah yang akan jadi pusat perhatian selama musim penghujan ini,” katanya.

Sementara ini ada 8 pompa permanen di Kota Palembang. Fitri mengatakan ini sudah mencukupi jika saat hujan deras Sungai Musi tidak sedang pasang. Untuk pompa portabel pihak Balai Sungai sudah mempersiapkan.

“Salah satu penyebab banjir kemarin (25 Desember) itu Sungai Musi pasang sehingga air tidak bisa masuk ke Sungai Musi. Sehingga pompa portabel sangat dibutuhkan,” katanya.

Lihat Juga :  Kesimpulan Akhir: Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan permohonan Prabowo-Sandiaga

Persoalan banjir tidak hanya dari aliran air yang beralih fungsi, minimnya pompa, tapi juga Fitrianti mengakui jika untuk mengatasi jangka panjang perlu penambahan kolam retensi.

“Kolam retensi masih diharapkan, optimalisasi pompa dan jangka panjang kolam retensi harus lebih banyak,” katanya.

Terutama BMKG memprediksi jika mulai 30 Desember 2021 sampai 1-2 Januari 2022 atau 7 hari kedepan BMKG diprediksi cuaca ekstrem. “Sungai pasang, 200 titik aliran air tersumbat bahkan hilang ini jangka panjangnya harus diperhatikan,” katanya. (pitria)

Back to top button