Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERA

Cerita Pendek Siapa Dia

 

Oleh aminuddin (Wak Amin)

PENGUNJUNG kafe mulai sepi. Tersisa satu dua. Semuanya anak muda. Ter masuk aku yang lagi mojok di tempat duduk paling belakang kafe mungil di kota ini.

Biasanya aku selalu berdua di kafe ini. Menikmati alunan musik lembut sambil mengudap menu yang dipesan. Banyak pilihan. Memilih sesuai dengan selera dan keinginan.

Tidak setiap minggu kami mendatangi kafe ini. Paling satu atau dua bulan se kali. Tergantung waktu dan kesempatan. Aku tidak sibuk, si dia juga. Janjian atau aku yang menjemput ke rumahnya.

Tapi malam ini beda. Aku datang sejak pukul delapan malam, bersiap menyam but kedatangan orang tersayang, hanya bisa mengelus dada.

Lihat Juga :  Hilangnya Keteladanan di Tengah Kita

Sabar. Mungkin dia bakal nyampe ke ka fe ini sebentar lagi, kataku dalam hati. Menenangkan hati dan perasaan yang mulai gelisah.

Kutelepon dia. Tidak diangkat. Tidak ada jawaban. Ku WA sama juga. Tidak diba las. Ingin kujemput dia, tapi katanya ke marin jangan dong.

“Biar aku datang sendiri Yang,” katanya sambil tersenyum manis ketika aku me ngantarnya pulang ke rumah sehabis kerja seharian.

Si dia, gadisku itu memang punya kebia saan unik. Untuk urusan jemput men je mput tidak serta merta dia mau. Ada mood nya. Padahal sebagai teman tapi dekat tidak salah kan jika si cowok yang menjemput.

Dia terbiasa mandiri. Dia punya kendara an. Aku pun begitu. Berdua di kafe. Kete muan. Berdua di kafe. Makan bersama. Pulangnya berpisah. Selesai.

Lihat Juga :  Gadget dan Risiko Gangguan Kesehatan dan Jiwa pada Anak

“Mas Aldi!” Sapa pelayan kafe yang su dah mengenalku karena seringnya aku nangkring di kafe di tengah kota ini.

“Belum pulang?” Tanyanya agak sedikit keheranan. Mungkin dia heran. Tak bia sanya aku sendirian dan belum pulang hingga larut malam.

“Ya. Ini sudah mau pulang,” jawabku. Ber siap menuju kasir tempat dimana aku biasa membayar harga menu yang dipe san sebelum pulang.

“Udah Mas.”

“Udah apanya Mas Aldo?”

“Udah dibayar,” jawab Mas Aldo.

Dia menunjuk ke arah pintu keluar masuk kafe. Seorang perempuan cantik tampak melambaikan tangannya.

Siapa dia?

Back to top button