Kisah Orangtua Tunggal dengan Dua Anak, Pungut Barang Bekas hingga Larut Malam Demi Sambung Hidup
AsSAJIDIN.COM — Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, Sabtu (19/12/2020). Di saat orang-orang sebagian besar sudah beristirahat, tidak bagi ibu dan dua anak ini. Mereka pemulung yang terus mencari rezeki dari onggokan sampah berguna untuk dijual kembali dan bernilai uang.
Mereka adalah Tia (32) seorang janda yang sudah cerai dengan suaminya, sehingga terpaksa ia harus berusaha keras menghidupi kedua anaknya dengan seorang diri.
Tia mengatakan bahwa ia tidak ada pilihan lain selain menjadi pemulung, karena sekarang susah mendapatkan pekerjaan.
“Uang hasil inilah yang kami gunakan sehari – hari untuk makan, membayar sewa kontrakan, dan berbagai kebutuhan lainya,” kata Tia warga Lorong Kedukan Bukit II Tangga Buntung, Palembang.
Ia mengambil barang bekas dimulai sekitar pukul 18.30 – 23.00 WIB, karena menurutnya pagi biasanya barang bekas yang ditemui lebih sepi tidak sebanyak saat malam dan ketika malam cuacanya dingin tidak panas.
“Saya biasanya berangkat dari kontrakan naik mobil dan turun di sekitar Pasar 16 Iilr selanjutnya berjalan kaki menuju Jalan Jenderal Sudirman sembari mencari barang bekas yang masih bisa dijual, saat mau pulang kembali ke kontrakan, saya naik bentor langganan” jelas Tia, sabtu (20/12/2020).
Tia kembali menuturkan bahwa dirinya hanya tinggal bertiga bersama kedua anaknya karena orang tuanya juga sudah meninggal sedangkan sanak saudara semuanya jauh tidak berada di Palembang.
“Saya cuma bisa usaha dan berdoa karena bagaimanapun anak – anak saya harus terus hidup,” kata dia.
Untuk hasil barang bekas yang ia jual perhari biasanya mendapatkan uang berkisar Rp 20 ribu, paling banyak pernah mendapat Rp 30 ribu perhari dan paling sedikit Rp 15 ribu.
