Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Istiqomah Menanti Jadwal Umrah

ASSAJIDIN.COM — Kemwnterian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menerbitkan lebih dari 650.000 izin umrah elektronik selama pandemi virus corona.
Jumlah izin umrah tersebut yang adatercatat hingga 23 Oktober 2020. Ini merupakan bagian dari dimulainya kembali umrah secara bertahap dan akan memasuki fase ketiga.
Setiap harinya, 20.000 jemaah diizinkan melaksanakan umrah dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan virus corona. Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr Amr al-Maddah, mengatakan jemaah bisa mengajukan izin baru umrah lebih dari satu kali, tergantung pada ketersediaan.
Sejauh ini telah menerima 1,2 juta pendaftaran umrah melalui aplikasi Eatmarna.
Bagi jemaah yang telah mengantongi izin umrah dan mendapati dirinya memiliki gejala Covid-19 atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, bisa membatalkan pendaftaran mereka. Amr memaparkan, tercatat sudah ada lebih dari 165.000 jemaah telah melakukan umrah dan lebih dari 200.000 orang menunaikan salat di Masjidil Haram.
Pada tahap ketiga yang dimulai 1 November 2020, jemaah umrah dari luar negeri akan diizinkan, namun dengan kapasitas hanya 60.000 sehari. Sementara tahap keempat, yang memungkinkan Masjidil Haram kembali normal, akan dilakukan ketika semua risiko Covid-19 telah hilang.
Sayangnya belum ada info apakah di angka itu sudah ada masuk jemaah asal Indonesia. Sejauh ini Indonesia masih menunggu daftar negara yang diizinkan mengirimkan jemaah umrah oleh Arab Saudi.
Kendati demikian, Kementerian Agama RI telah menyiapkan skema perlindungan jika jemaah Indonesia diizinkan umrah.
Salah satunya kebijakan untuk menyangkut usia jemaah yang diizinkan berangkat umroh maksimal berusia 50 tahun.
Menurut dia, pihaknya telah melakukan finalisasi rancangan keputusan menteri agama (RKMA) tentang penyelenggaraan umrah di masa pandemi Covid-19.
Kabar tentang pemerintah Arab Saudi yang membuka kembali keran umroh tentu membuat warga Indonesia senang. Kerinduan untuk mengunjungi Baitullah yang terpendam lebih dari tujuh bulan sejak aktivitas umroh disetop sementara.
Belum lagi persoalan calon jemaah umroh yang terlanjur sudah menyetor uang, dan menunggu kepastian berangkat, tentu kabar Arab Saudi membuka ibadah umroh makin membuat masyarakat rindu ingin segera melaksanakan ibadah umroh.
Namun di balik itu, kabar ini tentu harus “dicerna” dengan hati-hati. Pun ketika pemerintah menetapkan hanya jemaah di bawah usia 50 tahun yang bisa berangkat haji dengan ketentuan protokol kesehatan Covid-19.
Bagi warga yang tak masuk kelompok ini jangan lalu uring-uringan.
Tetaplah istiqomah dan berdoa agar Allah memberi kesempatan untuk umroh atau berhaji.
Islam selalu memudahkan, seperti Islam memudahkan untuk mendapat pahala setara haji dan umrah. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan.
Antara lain, shalat, bersedekah hingga amalan kebaikan lainnya. Semoga ada kabar baik lagi terkait penyelenggaraan umroh dan haji dengan tetap mengedepankan keselamatan jemaah. (*)
Back to top button