Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

PENDIDIKAN

Mulutmu Harimaumu, YS Minta Maaf kepada Seluruh Guru

ASSAJIDIN.COM — Mulutmu Harimaumu memang kadang sering terjadi di masyarakat. Akibat salah ngomong, salah berucap tanpa dipikir efeknya ke masyarakat, menyebabkan petaka bahkan membuat malu diri sendiri.

Setidaknya inilah hikmah yang diterima YS dan menjadi pelajaran hidup bagi dirinya dan buat orang lain. Postingannya di media sosial beberapa waktu lalu dinilai menghina profesi guru akhirnya YS mengaku bersalah dan meminta maaf kepada pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan.

YS pun mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang dan bertemu H Ahmad Zulinto yang juga Ketua PGRI Sumsel.

Dalam pengakuannya, ia mengatakan permohonan maaf kepada semua guru yang merasa tersinggung melalui unggahan status di beranda akun Facebook miliknya pada 26 Juli 2020 lalu.

Lihat Juga :  Guru Fokus Saja Mengajar, Dukung PenguruSederhanakan Urus Administrasi

Dalam postingan tersebut, ia mengunggah status tulisan ‘Buk GURU la borong baju BEJE Pulo SEKANTONG ASLI secara baru dapat HONOR dari ngajar budak SD’.

Tak disangka, postingan itu mendapat banyak komentar dan menyebar ke grup-grup whatsAap para guru.

“Saya bukan bermaksud untuk merendahkan derajat guru. Saya minta maaf sekali lagi,” tuturnya, Senin (24/8/2020).

YS menambahkan bahwa pihaknya sebetulnya hanya menyinggung salah seorang keluarganya yang kebetulan berstatus sebagai guru honor. Ia tak menyangka ini menjadi viral dan direspon oleh PGRI Sumsel.

“Sebenarnya saya hanya terpancing, ada konflik keluarga, kebetulan orangnya juga guru. Saya minta maaf,” ulangnya.

Sementara itu dikatakan Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto didampingi Sekretaris H Lukman Haris dan Ketua Forum Honorer Kategori Dua Tri Andriansyah Putra telah menerima permintaan maaf dari YS.

Lihat Juga :  Nasihat Guruku yang Begitu Dinanti

Mereka menyayangkan YS membuat unggahan di beranda akun facebook miliknya yang dinilai tak layak. Apalagi dibuat oleh seorang sarjana, yang pernah mengenyam pendidikan dari guru dari tingkat PAUD hingga tingkat Perguruan Tinggi.

“Ini adalah satu kekhilafan, kami menyayangkan hal ini. Tapi YS sudah meminta maaf. Kami ini para guru orang ini orangnya pemaaf,” terangnya.

Zulinto juga meminta ini menjadi pembelajaran bagi YS dan siapa pun yang memiliki akun media sosial untuk lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak menyinggung siapa pun. (*/Sumber: sibernas/sugi)

Back to top button