Tips Mengikis Rasa Sombong

AsSSAJIDIN.COM-Ada seorang teman bertanya kepada ustadz, bagaimana caranya agar ketika rajin beramal ibadah tidak menjadikan kita menjadi ujub, alias sombong. Ustadz menjawab, ” Yakinkan kepada kita bahwa kalau bukan karena hidayah Allah Azza wa Jalla kita tidak dapat melakukan amal ibadah itu, berikan keyakinan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla yang memberikan keringanan ketika beramal ibadah, cuma Allah Azza wa Jalla yang memberikan kemudahan ketika kita ingin duduk dikajian ilmu dan seterusnya. Banyak orang menjadi sombong ketika dia dapat melakukan segala sesuatu dia merasa semata-mata karena dirinya, padahal dia dapat melakukan hal tersebut semata-mata hanya kemudahan dari Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla juga mampu membolak-balik hati seseorang, yang semula taat menjadi tidak taat, dan sebaliknya, oleh karenanya kita disyariatkan untuk berdoa agar Istiqomah diatas ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Ketika melihat orang masih melakukan maksiat dan pelanggaran syariat, maka jadikan sarana untuk bersyukur, karena tidak melakukan hal seperti itu, jangan merendahkan mereka. Juga tidak ada jaminan sedikitpun kita mati diatas ketaatan, bisa jadi ada orang sepanjang hidupnya diatas ketaatan namun ketika mati justru diatas kemaksiatan, dan sebaliknya ada orang yang sepanjang hidupnya diatas kemaksiatan, namun justru mati diatas ketaatan. Jika orang awam dijerumuskan setan kepada maksiat, bid’ah dan syirik, maka untuk ahli ibadah setan menjerumuskan dengan jalan riya’ dan ujub, ingat itu, waallahua’lam.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa kepada kita, يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ “Wahai Dzat Yang membolak-balik hati, tegarkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR. Tirmidzi no. 2290, 3864 dan 3936. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Tirmidzi no. 2140) Dalam riwayat Muslim disebutkan, اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ “Ya Allah, Yang membolak-balik hati, palingkanlah hati kami menuju ketaatan kepada-Mu”(HR. Muslim no. 6921).(*/muslim.co.id)
