Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Dua Mahasiswa-Dosen Terpapar Covid-19, UIN Raden Fatah “Lockdown” 14 Hari

ASSAJIDIN.COM – Setelah adanya mahasiswa dan dosen yang terpapar virus Covid19, Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memutuskan untuk melakukan Work From Home (WFH) bagi seluruh ASN (PNS dan Non PNS) di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang selama 14 hari dimulai 1 Juli 2020 hingga 14 Juli 2020 dan akan di evaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi.

Sejak beredar surat intruksi Rektor UIN RF Palembang Nomor B-501/Un.09/1.3/HK.00.2/06/2020 tentang pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (Work From Home / WFH) dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid19) dilingkungan UIN RF Palembang.

Terlihat dari pantauan wartawan AssajidinGroup Sejak diberlakukannya WFH. di hari pertama, Suasana di lingkungan kampus UIN RF terlihat sepi dan gerbang akses menuju beberapa fakultas ditutup. Bahkan kantin dan pedagang di sekitar UIN juga ikut tutup.

Rektor UIN RF Palembang, Prof Dr Muhammad Sirozi mengatakan ada satu mahasiswa dan dua dosen yang terpapar Covid19.
“Data persis belum ada, kebanyakan mereka terkena paparan dari keluarga, misalkan mahasiswa kita terpapar dari kakaknya yang baru pulang dari luar kota, sedangkan dosen terpapar dari suaminya. Dan mereka yang terpapar sebelumnya masih lakukan kegiatan keluar seperti KKN dan bertemu tatap muka,”Ungkapnya saat di Konfirmasi melalui via telepon,Rabu (1/07/2020).

Lihat Juga :  Muhammadiyah Diminta Terus Bersinergi Bersama Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Sirozi mengarahkan agar semuanya tidak panik, yang sudah positif segera laporkan ke pihak gugus tugas Covid19.

kita khawatirnya infomasi terakhir yang didapat, mereka yang terpapar sempat ikut kegiatan yang bertatap muka. kekhawatiran itu kita mengharapkan agar semuanya mematuhi protokol.

“Yang sudah positif sudah ditangani. Lalu fakultas dan yang bersangkutan pernah bertemu kita data dan akan lakukan rapid test, mereka bisa lakukan secara mandiri.
Sudah Kita lakukan penyemprotan disinfektan kemarin. Untuk menghindari kita lakukan kegiatan WFH,” katanya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Jurnalistik UIN RF, Sumaina Duku mengatakan sepakat dan memang sudah seharusnya bekerta dari rumah untuk mengatasi penyebaran covid.
“Sedih juga, karena kebetulan dosen prodi jurnalistik ada yang kena. Jadi waktu teman nelpon mengabarkan kalau lagi di RS isolasi karena covid agak merinding tapi syukur sekarang sudah pulih,”Katanya.

Lihat Juga :  Pegawai Positif Covid-19, Layanan Kantor BPJS Kesehatan Palembang Ditutup

Untuk efektif atau tidaknya WFH , ia mengatakan tidak ada pilihan. Jadi persoalannya bukan efektif dan tidak efektif tetapi lebih ke kondisi darurat saat ini.
“Kalaupun dipaksakan untuk ke kantor kita tidak tau siapa saja yang OTG jadi lebih baik di rumah untuk mengurangi resiko penularan lebih luas,”Katanya.

Sementara itu, Sekertaris Kajur Jurnalistik UIN RF, Dr. Suryati. M. Pdm pada prinsipnya kebijakan tersebut merespon adanya klaster baru covid 19 di lingkungan UIN, maka untuk pencegahan agar tidak tersebarnya covid di UIN rektor mengambil kebijakan tersebut. “kebijakan tersebut sangat tepay yah untuk menekan atau memutus mata rantai penyebaran covid 19. Di Kampus tercinta uin raden fatah palembang ini,” Katanya.(*)

Penulis : tri jumartini

Back to top button