HAJI & UMROH

Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1441 H, 31 Juli 2020

Sarankan Shalat Ied di Rumah

ASSAJIDIN.COM — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan tanggal jatuhnya Idul Adha (10 Zulhijah 1441 Hijriah). Melalui surat edaran, Muhammadiyah juga turut menyarankan agar salat Idul Adha yang biasa digelar di lapangan agar ditiadakan.

Idul Adha 1441 H jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020. Muhammadiyah juga turut menyampaikan tuntunan ibadah puasa Arafah dan kurban di masa pandemi virus corona (COVID-19).

”Puasa Arafah, Wukuf di Arafah, dan tanggal 9 Zulhijah adalah satu kesatuan (terjadinya pada hari yang sama),” tulis surat edaran tersebut. “Nabi SAW dan para sahabat sudah terbiasa berpuasa sunah Arafah tanggal 9 Zulhijah meskipun tidak ada dan belum terlaksananya Wukuf di Arafah oleh umat Islam waktu itu.”

Pendakwah dan Tokoh Muhammadiyah, Agung Danarto menjelaskan terkait salat Idul Adha di lapangan agar tidak dilaksanakan karena pandemi. Sebagai gantinya, warga yang ingin menggelar salat Idul Adha bisa melakukannya di rumah bersama dengan anggota keluarga seperti saat salat Idul Fitri di bulan Mei lalu.

Lihat Juga :  Kemenag Usulkan Biaya Haji 2019 Naik Menjadi 2.675 Dollar AS, ini Penyebabnya

”Salat Idul Adha di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan,” kata Agung seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (24/6).

“Salat Idul Adha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan.”

Bagi masyarakat yang tinggal di zona hijau penyebaran virus corona, Muhammadiyah mempersilahkan jika ingin menggelar salat di lapangan kecil atau tempat terbuka. Namun, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

”Bagi yang berada di daerah aman/tidak terdampak (zona hijau), salat Idul Adha dapat dilakukan di lapangan kecil atau tempat/ruang terbuka di sekitar tempat tinggal,” jelas Agung. “Dengan beberapa protokol yang harus diperhatikan.”

Lihat Juga :  Hj Titin Sumarni tak Sempat Pulang ke Tanah Air

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Syamsudin mengatakan kondisi saat ini belum stabil sehingga lebih baik salat Idul Adha digelar di rumah. Namun jika ada warga yang memaksakan salat di lapangan, maka wajib memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, jemaah juga harus mengikuti petunjuk dari majelis tarjih di tempat masing-masing.

”Kalau ditanya lebih baik salat Idul Adha-nya di mana, nah jawabannya yang pertama tentu saja di rumah. Kenapa, karena kondisinya masih belum aman,” kata Agus. “Dan jumlahnya tidak banyak. Kalau biasanya pemerintah menerapkan maksimum 30. Juga Takbir, dan mohon tidak mudik juga. Takbir di rumah dan buat bapak ibu semuanya usahakan tetap di rumah dan tidak mudik kemana-mana.” (*)

Tags
Close
Close