Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

3O Tahun Hidup di Perahu Susuri Sungai Musi, Kakek Rohman Akhirnya Mau Lakukan ini

AsSAJIDIN.COM — Hidup sebatang kara di tengah ombang ambing air Sungai Musi, Rohman (60) hidup selama 30 tahun di dalam perahu ketek. Selama itu juga ia tidak tersentuh perhatian pemerintah, hanya belas kasihan warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap hari Rohman menyusuri Sungai Musi, mengayuh dayung di tengah kondisi keterbatasannya karena sudah lama menderita lumpuh. Perahu yang digunakan terlihat seadanya dan sudah tampak tua.

Sehari-hari Rohman menyambung hidup dari belas kasih masyarakat. Ada yang memberi makan nasi bungkus, minum dan kebutuhan lainnya.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, Pemerintah Kota Palembang melalui dirinya mendapatkan informasi pertama kali dari postingan di media sosial yang kemudian viral. Sebagai bentuk kepedulian, akhirnya Rohman dipindahkan agar bisa mendapatkan perawatan di RSUD Bari Palembang.

Lihat Juga :  Mengobati Hati dari Kekuasaan Nafsu

“Kemarin kita jujur kaget saat dengar ada manusia perahu, selama 30 tahun tinggal di atas perahu tidak ada sama sekali keluarga bahkan tanpa identitas. Makanya, kita bawa ke RSUD Bari untuk dirawat dan dicek kesehatannya lalu kita bawa ke Panti Jompo Tresna Werdha,” katanya, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, di usia lanjut manusia perahu dalam kondisi cukup memprihatinkan, karena selain tidak ada kelengkapan identitas penduduk ia juga sedikit sulit untuk berbicara.

“Bicara bisa cuma terbatas. Malah jangan-jangan dia tidak tahu informasi luar, siapa walikota, siapa presiden kita, karena tidak ada ada televisi juga di perahunya. Nah, setelah dirawat di Panti Jompo kita akan buatkan identitas dirinya sebagai warga Palembang alamat di Panti Jompo,” katanya.

Lihat Juga :  Saat Umroh, Allah Kabulkan Keinginan Tantri Kotak dalam Sekejap Mata, Begini Ceritanya

Selain itu, Diungkapkan Fitri selama proses pemindahan dari perahunya, Rohman sempat sulit diajak untuk berkomunikasi karena merasa asing dengan kondisi keramaian orang.

“Tetapi setelah kita bujuk akhirnya mau untuk dicek kesehatan. Selama tinggal di Panti Jompo semua merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah,” katanya. (*/sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button