Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

100 Pedagang Kebun Semai Palembang Di-rapid Test

Terkait Satu Pedagang Meninggal Dunia Status Reaktif

ASSAJIDIN.COM –Setelah pedagang Pasar Kebun Semai, Sekip N (52) meninggal dunia dengan status reaktif berdasarkan rapid test Covid-19, maka 100 pedagang lainnya dilakukan rapid tes mulai hari ini, Selasa (26/5/2020) secara bertahap hingga Jumat nanti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang dr Ayus Astoni, melalui Juru Bicara Dinkes Yudhi Setiawan mengatakan, rapid test dilakukan kepada pedagang terutama yang berada di sekitar pasien suspek Covid-19. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap.

“Seluruh pedagang itu dilakukan pemeriksaan, tetapi secara bertahap/ bergantian. Dijadwalkan sampai Jumat nanti. Bagi yang belum diperiksa diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan dan isolasi mandiri,” katanya, Selasa (26/5/2020).

Lihat Juga :  Waspada Tempat Keramaian Kasus Covid-19 di Palembang Mendekati Angka 700 Positif

Nantinya, setelah hasil tes keluar, bagi yang positif akan dilakukan test swab. Sementara yang hasilnya negatif diwajibkan karantina mandiri.

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, A Rizal, memastikan pihaknya akan menutup operasional Pasar Kebun Semai Sekip mulai pagi ini, Selasa (26/5/2020) hingga satu pekan mendatang. “Dibuka laginya kapan ini masih tentatif, kita menunggu arahan Gugus Tugas,” katanya.Saat ini jumlah total pedagang di Pasar Kebun Semai mencapai 150 orang. Mereka akan didata lebih untuk tracking dan mengikuti rapid test massal. “Kita lakukan pemeriksaan terhadap seluruh pedagang. Kita prioritaskan dulu untuk pedagang yang dekat dengan pasien meninggal itu, sekitar 100 orang diprioritaskan,” katanya.

Lihat Juga :  Apakah Anda Sudah Bisa Divaksin Booster? Yuk Cek di PeduliLindungi

Setelah dilakukan penyelidikan terhadap kegiatan terakhir pasien suspek Covid-19 ini, sebelum dirawat dan menjadi pasien dengan pengawasan (PDP), hasil penyelidikan sementara, sudah 10 hari lebih N tidak beraktivitas di pasar karena sakit.

“Kita antisipasi supaya tidak cepat menyebar. Kebetulan Palembang mulai PSBB, maka pasar kita tutup,” katanya.

Selama pasar belum beroperasi, pihak PD Pasar akan melakukan sterilisasi pasar dengan cara penyemprotan disinfektan dan menerapkan protokol kesehatan lainnya berdasarkan instruksi gugus tugas. (*/Sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button