KELUARGA

Hati hati dalam Berbicara dengan Anak, Katakan Hal Positif Maka ini yang akan Terjadi

ASSAJIDIN.COM — Banyak hal yang dilakukan orangtua ditengah pandemi ini, tentu berbagai tantangan baru harus dihadapi.

Bersama Dr Aisah Dahlan,CHt , Daqu Palembang menggelar Kajian parenting melalui aplikasi live zoom untuk meng-upgrade ilmu menjadi orang tua yang lebih baik.

Di dalam suasan keluarga, perilaku ayah dan bunda sangatlah berbeda.
Menurut Dr.Rober Groski ahli neurologi dari univ California los angeles menemukan bahwa otak wanita memiliki Corpus colloseum lebih tebal dibandingkan otak pria. Sehingga wanita mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang tidak saling berhubungan dalam satu waktu.

Sedangkan pria hanya dapat melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.
“Misal, ketika pria sedang fokus membaca Alquran, ia akan fokus dan tidak mendengar apa yang dikatakan padanya. Karena saat pria konsentrasi maka pendengarannya berkurang. Dan buat para wanita atau bunda,colek saja agar ia tau keberadaan kita,” katanya saat penjelasan di kajian parenting, Senin(11/05/2020) pukul 13:00 wib.

Tak perlu mengeluh, Para bunda harus memaklumi karena memang pada dasarnya otak pria hanya berfokus pada satu pekerjaan. Sedangkan wanita, mempunyai sifat multitasking yang bisa dikerjakan semua hal dalam satu pekerjaan.
“Yang kita lakukan yah harus Ikhlas karena banyak pahala didalamnya dan memang pada dasarnya Allah yang memberikan kita wanita sebagai wanita yang multitasking,” katanya.

Lihat Juga :  Wisata Alam di Bogor, Wajib Berkunjung ke Tempat-Tempat Ini!

Selain itu, Seorang ibu atau wanita akan tampak berbeda dalam mengekspresikan wajah. Wanita mempunyai beragam ekspresi, sedangkan kebanyakan pria hanya mengekpresikan wajah ratanya saja.

“Para bunda jangan kesal ketika ekspresi suami rata saja, kita belum tau jika dibalik wajar ratanya adabrasa bahagia menurutnya,”katanya.

Kemudian, dari otak menuju ke badan, keluarnya sistim saraf. Sistim saraf kerjanya seperti kabel listrik, memberikan pesan. Sistim saraf memberikan pesan dari apa yang kita lihat dan kita dengar. Oleh sebab itu, orangtua harus berhati hati berbicara pada anak.

“Jika kita selalu memarahi anak seperti, kamu ini disuruh solat lama sekali,nah hal seperti ini akan di ingat anak dan lama, caranya cobalah untuk mengajak anak bukan menekan,”jelasnya.

Berbicaralah pada anak yang baik baik, karena pesan yang didengar anak akan sampai pada saraf dan dikerjakan oleh anggota tubuh. Apa yang didengar harus sama dengan apa yang dilihat.

Lihat Juga :  Ajarkanlah Anak-anak Kita untuk Berbagi

Sementara, Indah (25) penanya saat kajian online berlangsung, ia bertanya bagaimana persiapan sebelum menikah dan hamil sampai membimbing anak dengan baik.

Banyak belajar menjadi kunci utama dari persiapan. Jika mau program mempunyai anak, binatang peliharaan agar dijauhi sementara, memeriksa tubuh kedua pasangan sebelum menikah agar ketika sudah menikah dan punya anak agar terhindar dari virus.

“Kesepakatan kedua pasangan yaitu harus belajar dan terus helajar,belajar dimana saja. Jika ada perdebatan di dalam rumah tangga cara memulihkannya kembali melihat Al Qur’an dan hadist,” jawabnya.

Hati hati dalam berbicara, selalu berkata yang baik, positif dan berkata yang bahagia agar nanti pesan sampai di saraf akan terealisaskan dengan apa yang kita ucap.

“Pantang dan Hindari kata kata tidak baik,agar yang diucapkan jalan nantinya. Seperti keadaan dirumah saja, katakan pada diri sendiri Alhamdulillah saja bahagia, maka hormon bahagia kan muncul,” katanya. (*)

Penulis: tri jumartini

Tags
Close