Sumsel Canangkan Wajib Belajar 16 Tahun, Tahun 2023
AsSAJIDIN.COM — Ditengah Pandemi Virus Corona atau Covid-19 ini, dunia pendidikan terus berupaya tetap berjalan, meski dengan berbagai keterbatasan.
Mulai dari belum meratanya program dalam jaringan atau daring di semua kabupaten/kota, hingga kesiapan guru dalam program daring ini.
Kendati demikian, Sumsel telah membidik tahun 2023 mendatang bakal melounching program wajib belajar 16 tahun.
Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel H Riza Pahlevi ditengah momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020.
“Awal 2023 pendidikan sudah masuk wajib belajar 16 tahun, dengan modal cerdas dan tuntas dapat mendukung program Pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dari dua digit menjadi satu digit,” ujar Riza Pahlevi, Minggu (10/5/2020).
Riza menyebutkan, target tersebut cukup realistis lantaran saat ini hingga 2022 mendatang moto cerdas dan tuntas dengan wajib belajar 2022 sudah dilaksanakan.
Namun demikian, hal tersebut bukanlah hal mudah. Pasalnya, tantangan pendidikan di Sumsel cukup komprehensif dan butuh semua komitmen pelaku pendidikan.
Bersama rekan pengelola pendidikan, ia mengharapkan bersatu kompak antara kepala sekolah, pengawas dan pelaksana pendidikan yakni guru dan berkolaborasi.
“Bagaimana caranya? Pembinaan agar kepala sekolah menerapkan mindset yang kita namakan dengan 4G. G pertama adalah Gagasan dari ide, kemudian G kedua Gerakan atau jangan hanya diam harus kreatif. Kemudian G ketiga Gaul atau punya jaringan ke mana-mana hingga ke pusat dan terakhir Gilo, atau punya program yang luar biasa,” ucapnya.
Menurutnya, hal ini juga terus diterapkan oleh sekolah dan Dinas Pendidikan. Sehingga semua harus jalan meski dengan berbagai keterbatasan termasuk masalah Pandemi Covid-19.
Saat Pandemi Covid-19 ini, Sumsel tetap menggelar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020. Mulai dari kegiatan sosial hingga hal yang sifatnya pembinaan pelajar.
Sosial yaitu program santunan sedangkan pembinaan telah digelar kompetisi vidio pendek pencegahan covid-19, boster signal dan kompetisi animasi.
“Semua itu tak lain adalah agar kita terus bergerak mewujudkan Pendidikan yang cerdas dan tuntas,” pungkasnya. (*/sumber: sibernas/Sugi)
