
AsSajidin.com ——Pada Maulid Nabi Muhammad Saw terkandung banyak hakikat, dan pada kesempatan ini kita akan menurunkan beberapa hakikat nya, yaitu :
Pertama, Allah mengutus nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul untuk seluruh umat manusia
Firman Allah di dalam Al Qur’an yang artinya: Katakanlah Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan ( yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka beriman lah kamu kepada Allah dan Rasul-nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat kalimat Nya ( kitab kitab Nya) dan ikuti dia, supaya kamu.mendapat petunjuk ( QS, 7:158).
QS, 34: 28, Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
QS, 21: 107, Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk ( menjadi) Rahmat bagi semua alam.
Rasulullah Saw bersabda yang artinya; Demi ( Allah) yang jiwa Muhammad di tangan Nya, tidak seorangpun di kalangan umat ini, Yahudi atau Nasrani, mendengar tentang aku, kemudian dia mati dan tidak beriman kepada apa yang aku diutus dengan nya ( kecuali dia termasuk para penghuni neraka ( HR. Muslim).
Kedua, nabi Muhammad Saw adalah perlambang akhlaq Al Qur’an secara nya.
Allah berfirman yang artinya : ” Dan sesungguhnya kamu benar benar memiliki khuluq yang agung ( QS,68:4).
Imam Jalalain mengatakan, kata khuluq di dalam ayat 4 surat Al Qur’an tersebut bermakna Din ( agama atau jalan hidup). Dengan demikian, ayat tersebut dapat dimaknai dengan, DN sesungguhnya engkau berada di atas agi( jalan hidup) yang agung. Akhlak Rasulullah SAW memang terpuji. Banyak riwayat yang menceritakan tentang kemuliaan akhlaknya. Bahkan, Ummul Mukminin Aisyah Ra ketika ditanya oleh sahabat Hisyam bin Amir Ra tentang bagaimana akhlak Rasulullah Saw, maka Aisyah menjawab, Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an ( HR. Muslim).
Ketiga, Nabi Muhammad Saw adalah pelaksana syariah Islam secara langsung dalam kehidupan.
Allah SWT berfirman yang artinya.
Demi Tuhan mu, mereka ( pada hakekatnya), tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apapun yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kami berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh nya ( QS, 4:65).
Rasulullah Saw bersabda yang artinya.
Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad Saw. Seburuk buruknya perkara adalah perkara yang diadakan adakan dan setiap Bid’ah adalah sesaat ( HR. Muslim).
Dalam sabdanya yang lain , artinya. ” Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya, maka perkara itu tertolak ( HR. Bukhari). Berdasarkan ayat ayat Al Qur’an dan juga hadits Rasulullah Saw tersebut di atas, dapat lah disimpulkan, bahwa makna terpenting dari peringatan maulid nabi Muhammad Saw adalah memahami hakikat nya yaitu meneladani Rasulullah Saw dengan cara mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah Sunnah Rasulullah SAW. Semoga Allah SWT memberikan kita menjadi hamba hamba Nya yang mampu mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah Sunnah Rasulullah SAW. Aamiin.
Al-Quran dan Al hadits adalah dua pedoman utama bagi kita agar kehidupan kita tidak akan tersesat
Allah SWT berfirman yang artinya : ” Maka jika datang kepada mu petunjuk dari Ku, lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpun kainnya pada hari kiamat dalam keadaan buta ( QS, 20: 123-124)
Rasulullah SAW telah pula bersabda yang artinya : ” Aku telah tinggal kan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada kedua nya ( yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Sunnah Rasulullah Nya ( HR. Malik, Hakim dan Baihaqi)..
