MOZAIK ISLAM

Al Quran Menerangi Hidupmu dan Jalan Keluar Dari Masalah

Menjadikan Al Quran Sebagai Jalan Hidup

http://assajidin.com/tag/alquran

 “Tiada Waktu Tanpa Tadabbur Alquran”. Ini adalah motto hidup Jamaah Kajian Masjid Al Furqon Palembang yang mentadabburi Alquran setiap Rabu malam Kamis. Jamaah malah membuat sebuah komunitas yang bernama Generasi Pengamal Alquran (GPA) Mesjid Alquran Palembang.

Pimpinan Yayasan Al Furqon Palembang, H. Djuliar Rasyid,  saat membentuk komunitas GPA tersebut 31 Oktober 2018 malam GPA harus memiliki generasi yang dapat memperoleh ilmu Alquran dari tadabbur yang dilakukan sekali sepekan itu.

Keinginan yang luhur kepada GPA setiap jamaahnya memperoleh pemahaman atas ayat-ayat Alquran sebagai Firman Allah SWT, yang harus dipedomani sebagaimana juga Rasulullah menjadikan Alquran sebagai pedoman dan pandangan hidup dalam berprilaku setiap waktu. “Saya yakin banyak yang melakukan kajian atau tadabbur Alquran di daerah kita ini, tetapi tentunya kita pun harus ikut menjadi hamba yang memahami makna dan ilmu dari Allquran tersebut,”kata Haji Djuliar Rasyid.

GPA harus konsekwen menggali ilmu Alquran dan harus juga kontineu dalam mengamalkannya sebagai pandangan hidup. “Tanpa Alquran kita tidak dapat hidup secara sempurna sebagai manusia yang beriman. Hanya dengan memahami ilmu Alquran hidup kita bisa selamat,” ujar Djuliar menambahkan.

Haji Djuliar juga mengutip Firman Allah SWT,:’’ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mengerjakan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (Faathir:29-30).

 Begitupun yang kemukakan Rasulullah SAW dalam sabdanya  dalam sebuah hadits :”Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Dalam hadist lainnya masih dari Imam Bukhari menyebutkan Sabda Rasulullah:“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” .

Dari kedua dua hadits di atas, kata Djuliar Rasyid, terdapat dua amalan yang dapat membuat seorang muslim menjadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya sesama muslim lainnya, yaitu belajar Al-Qur`an dan mengajarkan Al-Qur`an.

Lihat Juga :  Dzulhijah, Hari Kemerdekaan dan Quran Surat An - Nashr Ayat 1-3

Makna Hidup

Tentu, baik belajar ataupun mengajar yang dapat membuat seseorang menjadi yang terbaik di sini, tidak bisa lepas dari keutamaan Al-Qur`an itu sendiri.  Al-Qur`an adalah kalam Allah, firman-firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya melalui perantara Malaikat Jibril Alaihissalam. Al-Qur`an adalah sumber pertama dan acuan utama dalam ajaran Islam.  Karena keutamaan yang tinggi inilah, yang membuat Abu Abdirrahman As-Sulami –salah seorang yang meriwayatkan hadits ini– rela belajar dan mengajarkan Al-Qur`an sejak zaman Utsman bin Affan hingga masa Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Tentu itu dalam kurun waktu yang berpupuluh-puluh tahun.

Orang terdahulu , para sahhabat dan tabiin-tabiin, memang tiada waktu yang tersisa kecuali mengkaji atau memperdalam ilmu yang bersumber dari Alquran dan Hadist. Karena kedua hal itu merupakan pedoman hidup. Bahkan Siti Aisyah, istri Rasulullah, menyebut, bahwa akhlak Rasulullah adalah Alquran. Para ulama menyebut Rasulullah itu adalah Alquran berjalan.

Mengutip Al Hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata, maksud dari sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain” adalah, bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain dan secara bersama-sama. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.

Alquran sebagai pedoman hidup yang menjelaskan beragam aturan, dari hal terkecil hingga terbesar, agar manusia dapat meniti jalan hidupnya dengan kemuliaan dan kebahagiaan. Begitu besarnya mukjizat Alquran, jika diturunkan di atas gunung-gunung niscaya akan hancur karena takut.

Firman Allah;“Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihat gunung itu akan tunduk hancur berantakan disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpaan-perumpaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.” (Hasyr: 21)

Pahala Besar

Dikutip dari buku yang berjudul ’99 Resep Hidup Rasulullah’ karya Abdillah F. Hasan, Rasulullah SAW adalah pribadi yang suka membaca dan mendengarkan Alquran. Meski Rasulullah adalah penerima wahyu dari malaikat Jibril, namun beliau senang membaca dan mengulang ayat-ayat yang diwahyukan kepadanya. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah meminta Abdullah ibn Mas’ud ra membacakan surah an-Nisa untuknya.

Lihat Juga :  Buka STQ di Muratara, HD Imbau Masyarakat Giatkan Forum Kajian Alquran 

Tatkala sampai ayat, “Bagaimanakah jika (pada hari kiamat nanti) Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.” (an-Nisa: 41). Setelah membaca itu Abdullah ibn Mas’ud ra mendapati mata Rasulullah SAW menangis karena terharu.

Sangat disayangkan jika Alquran hanya menjadi pajangan, jangan sampai rumah kita seperti kuburan yang sepi dari lantunan ayat-ayat Allah. Rumah semacam itu akan mudah dimasuki setan dan menggoda penghuni di dalamnya.

Dikatakan dalam hadits, “Jangalah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah.” (HR. Muslim)

Jika sebuah rumah dibangun dengan kebiasaan membaca Alquran oleh tiap anggota keluarga, Allah akan menaunginya dengan ketenangan dan keselamatan. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diri mereka akan dilingkupi dengan rahmat, akan dilingkari para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim).

Memang tidaklah mudah bagi seorang muslim yang tidak terbiasa membaca Alquran secara rutin, namun memaksa diri membaca itu perlu, untuk membangkitkan semangat kecintaan pada kalam ilahi.

Rasulullah SAW memberi motivasi, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa aif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Allah kepadanya?.

Penulis: Bangun Lubis

 

Tags
Close