INTERNATIONAL

8 Hari di Luar Angkasa, Astronot Muslim Patahkan Konspirasi Teori Bumi itu Datar

ASSAJIDIN.COM —  Dari kita SD ilmu alam dengan teori teori lama menyebutkan bumi itu bulat. Namun muncul temuan yang boleh dibilang gila, menyebutkan teori bumi datar. Teori ini pertama kali dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama Samuel Rowbotham (1816-1884).

Setelah banyak penelitian mematahkan teori bumi datar, muncul lagi kelompok Masyarakat Bumi Datar atau Flat Earth Society (FES) di internet. Bahkan baru-baru ini LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) ditantang oleh kelompok masyarakat itu untuk mengakui bahwa bumi berbentuk tidak bulat.

Nah, baru-baru ini ada seorang astronot Uni Emirat Arab yang pertama kali pergi ke luar angkasa, Hazza Al Mansouri. Begitu mendarat di Bumi, astronot musli itu ditanya tentang pendapatnya mengenai teori konspirasi bumi datar oleh para awak media. Benarkah bumi itu tidak bulat?

Lihat Juga :  Empat Pesan Ulama Dunia, Hidupkan Tujuh Nilai Utama Umat Muslim

“Bumi bulat, aku telah melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Jadi aku bisa mengatakannya kepadamu sekarang,” ujarnya sambil tertawa sebagaimana dilansir dalam viva.co.id.

Dengan tegas Hazza mengutarakan bahwa informasi bahwa bumi tidak datar itu tidak benar. Hazza merasa lega bisa mendarat kembali ke Bumi dan memberi tahu orang-orang tentang kebenaran tersebut.

Banyak hal yang dirasakan oleh astronot muslim tersebut selama di luar angkasa. Begitu membuktikan dengan mata kepala sendiri tentang ketidakbenaran teori bumi datar yang akhir-akhir ini viral di internet, Hazza mengungkapkan ucapan alhamdulillah di konferensi pers yang dia gelar.

Hazza berada di Stasiun Antariksa Internasional selama 8 hari, mulai 25 September 2019 sampai 3 Oktober 2019. Kalimat pertama yang ia ucapkan saat mendarat di bumi yakni syukur kepada Tuhan.

Lihat Juga :  Astaghfirullah..Cina Larang Pemuda Muslim Hui Belajar Agama Islam

“Alhamdulillah,” kata dia ditanya pewarta dalam konferensi pers pendaratannya di Gagarin Cosmonaut Training Centre di Star City, Moscow, Rusia dikutip dari laman The National, Rabu 9 Oktober 2019.

Bagi Al Mansouri, pengalaman menjalankan misi antariksa selama 8 hari yang tergolong singkat itu begitu berharga. Dia mendapatkan nilai dari misi tersebut. (*/Sumber: bincangsyariah)

Tags
Close