Uncategorized

Menag Kuliah Umum di UIN Raden Fatah, ini Pesannya Tentang Moderasi Beragama

Moderasi beragama, lanjut Lukman, substansinya adalah meletakkan cara pandang agama dalam posisi yang adil dan seimbang.

 

AsSAJIDIN.COM —  Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menghadiri wisuda ke-71 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang di Academic Center UIN Raden Fatah, Sabtu (28/9). Kepada 919 mahasiswa yang diwisuda, Menteri Lukman memberikan kuliah umum bertajuk Moderasi Beragama dan Masa Depan Indonesia. Turut hadir pada acara wisuda, Asisten I Pemprov Sumsel H. Ahmad Najib dan Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi.

Menteri Agama menjelaskan, ada perbedaan mendasar antara Islam dan berislam. Islam adalah agama yang sempurna sehingga tidak perlu dimoderasi. “Sebagai agama yang sempurna menurut pemeluknya, Islam sudah moderat dengan sendirinya. Jadi yang perlu dimoderasi adalah cara kita berislam,” tegas Lukman.

Lihat Juga :  Perbedaan Istilah Muhrim dan Mahram serta Pengertiannya

Dia mengatakan, implementasi ajaran-ajaran Islam harus dijaga dalam jalurnya yang moderat. “Moderat adalah lawan dari ekstrim. Seringkali, karena fanatik dalam memahami dan mengamalkan Islam serta tidak ditopang oleh keilmuan yang cukup maka seseorang atau kelompok terjerumus pada tindakan-tindakan yang ekstrim. Inilah yang harus dihindari,” tutur Lukman.

Moderasi beragama, lanjut Lukman, substansinya adalah meletakkan cara pandang agama dalam posisi yang adil dan seimbang. Jika keluar dari substansi tersebut, dikhawatirkan terjadi fanatisme berlebihan yang mengarah pada pemahaman ekstrim.

“Inti moderasi beragama adalah tidak mudah menyalahkan pihak-pihak yang berbeda pandangan. Sebab masing-masing pihak punya tafsir sendiri yang perlu dihormati agar tidak timbul perpecahan. Semangat moderasi sudah ditunjukkan empat imam besar terdahulu. Meski berbeda pendapat, satu sama lain saling menerima. Inilah semangat moderasi yang patut dicontoh,” pesan Menteri Lukman. (*/sumber: rilis kemenag sumsel)

Tags
Close