ISLAMIC SCHOOL

Gelar Sholat Istisqo, SIT Al Furqon : Momentum Perenungan Diri

AsSajidin.com Palembang –  Kekeringan yang melanda beberapa kota di Indonesia dan Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini mengakibatkan cuaca menjadi tidak nyaman. Hal ini semakin diperburuk dengan kebakaran lahan  dan hutan di sejumlah titik. Menyikapi hal tersebut, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon yang terdiri dari SD, SMP dan SMA menggelar sholat Istisqa Jumat 20/9/19) .

Ustadz Mahyudi, Kepala SMA IT Al Furqon kepada AsSajidin menuturkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kepada siswa-siswi agar peka terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti yang diketahui bersama, kata Ustadz Mahyudi,  Palembang pada khususnya beberapa hari terakhir ini mengantongi catatan buruk intensitas udara bahkan sampai mencapai level bahaya. Oleh karena itu, sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, SIT Al Furqon berinisiatif untuk menggelar sholat Istisqa guna mengharapkan berkah turunya hujan dari Allah SWT.

“ Hujan yang tentunya dapat memberikan rahmat  bagi alam semesta, tidak hanya manusia melainkan juga tumbuhan dan hewan. Saya rasa begitulah yang terbaik, sholat Istisqa ini juga merupakan anjuran Islam untuk umat sebagai solusi meminta turunya hujan,” tuturnya.

Sementara itu, Ustadz We’es Sambayon dalam tausiyahnya mengingatkan para jamaah untuk senantiasa beristigfar,memohon ampun kepada Allah SWT.

Ustadz We’es Sambayon

“ Mari kita jadikan sholat istisqo ini sebagai bahan perenungan diri bahwa, boleh jadi hujan yang tidak kunjung datang ini sebagai teguran dari Allah atas dosa-dosa kita yang menumpuk dilangit. Dan boleh jadi juga itu karena kita lalai dalam menjalankan segala perintahNya,bangga dalam bermaksiat diri. Ya Allah ampuni kami penduduk bumi di Indonesia ini,” katanya sembari memanjatkan doa.

Lihat Juga :  Porsadin Digelar, 25 Siswa Diniyah Palembang Siap Bertanding

Dalam  (QS. An Nahl: 112). “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat

Ia mengatakan jika, permisalan ayat di atas ditujukan pada penduduk Makkah. Dahulu mereka hidup dalam keadaan aman, tentram dan melimpah berbagai rizki yang bisa dipanen di sekitarnya. Siapa pun yang masuk ke dalamnya akan merasakan aman. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam ayat lainnya,

Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al Qashsash: 57).

Yang dimaksud dalam ayat diatas sebelumnya Allah memberi rizki yang mudah.  Itulah yang dimaksud dengan roghodaa’, yaitu rizki diberi penuh kemudahan.

Lihat Juga :  Merajut Kuat Silaturahim SDIT AL Furqon : Bukber Alumni Angkatan 2004-2008

“ Ketika mereka kufur pada nikmat Allah, yaitu enggan taat pada-Nya dan gemar bermaksiat, disini akhirnya Allah menimpakan rasa takut (khawatir) dan kelaparan pada mereka. Padahal sebelumnya, mereka diberikan nikmat yang besar, dan sesungguhnya Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri.” [Quran An-Nahl: 33],” katanya menjelaskan.

Dilain ayat QS Ar-Ra’d: 12-13 Allah SWT berfirman :  “Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.”

Mengacu pada ayat itu, “ Tidaklah turun kepada penduduk bumi suatu kesulitan atau tidaklah mereka ditimpa suatu ujian kecuali supaya Allah memperlihatkan siapa di antara penduduk bumi tersebut yang jujur dalam keimanannya dan yang dusta dengan pengakuan imannya. Terkadang Allah menguji dengan mendatangkan musibah. Terkadang dia juga menghukum mereka dengan kejadian yang mereka alami dengan kemarau, gempa bumi dan sebagainya,” ungkapnya lagi.

Editor : Jemmy Saputera

 

 

 

 

Close