Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Wisata Religi Bersama LRT

Nikmati Wisata Palembang Yang Cindo Nian

ASSAJIDIN.com Palembang — Sejak beroparasi satu tahun lalu Light Rail Trasit (LRT) Palembang yang semula di gunakan sebagai fasilitas penunjang untuk pelaksanaan Asian Games 2018, kini diakui atau tidak sudah berhasil mengubah wajah Palembang sebagai Kota Maju bertaraf Internasional. Hal tersebut disampaikan langsung Wahyu S Utomo, Irjen Kemenhub dalam lawatannya ke Palembang baru-baru ini.

Wahyu mengungkapkan, LRT sepanjang 23,4 kilometer ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC)  Palembang yang merupakan satu-satunya moda transportasi murah namun mampu memberikan layanan yang prima.

“ Nyaman, aman, dengan spot destinasi wisata  yang dapat memanjakan mata para pelancong bila datang ke Palembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perekeretaapian Sumatera Selatan . Rosita, ST mengatakan, LRT Palembang selalu menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu yang tinggi dan tentunya akan menyajikan spot pemandangan destinasi wisata Palembang yang cindo nian.

Rosita mengungkapkan bahwa,  selama 1 tahun LRT ( Light rapid transit)  beroperasi di Palembang, moda transportasi masal  tersebut selalu memberikan layanan yang prima kepada masyarakat.

“ Fasilitas KA yang dilengkapi  lift dan tangga elevator sehingga mempermudah masyarakat termasuk juga kaum difable. Bagi kami, layanan tak hanya cukup sampai disitu,  kondisi stasiun yang bersih juga modal utama layanan kami,” tuturnya.

Disingggung mengenai besaran tarif, Rosita menjelaskan jika LRT tidah hanya menawarkan kenyamanan, akan tetapi juga sangat ramah dengan isi kantong calon penumpang.

“ Ya, kalau dibanding dengan taksi jelas kita lebih murah. Cukup  Rp10.000/ orang dengan waktu tempuh rata-rata 1 jam, mereka bisa menikmati indahnya Palembang dari atas. Lagipun, kita bebas macet loh,” selorohnya.

Yang pasti kata Rosita, rute perjalanan LRT Palembang sepanjang 23,4 KM tersebut, saat ini sudah terkoneksi dengan layanan moda transportasi lain seperti halnya Trans Musi,  Artinya, LRT Palembang bisa dikatakan satu-satunya moda transportasi yang murah dan mampu menyajikan indahnya perjalanan guna menikmati destinasi religi dan wisata Palembang , mulai dari Pasar Cinde, Pendestrian Sudirman, Masjid Sultan Mahmud Badaruddin, Jembatan Ampera, Sungai Musi, Bangunan Kota Tua di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Monpera hingga Jakabaring Spot City (JSC).

Lihat Juga :  Cita- cita Almarhum Ashraf Sinclair Bila Meninggal Diungkap Pengasuh Ponpes ini

“ Sejak Triwulan terakhir ini,  LRT Palembang beroperasi dengan 8 set KA. Alhamdulillah semuanya baik.  Lagipula, LRT Palembang ini kan dibuat oleh anak bangsa sendiri di INKA Madiun dengan kandungan lokal mencapai 80%,” urainya.

Menyikapi hal tersebut Pengamat publik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF)  Palembang, Prof Abdullah Idi, saat ini penumpang dari LRT masih sepi dan memilih menggunakan transportasi lainnya mengapa ? Karena itu, LRT harus dilakukan pengembangan. Mengingat investasinya luar biasa.

“Perlu strategi untuk meningkatkan penumpang LRT, dan ini tugas semua pihak. Kendati demikan, keberadaan LRT di Palembang sudah pantas dan cocok. Tujuan LRT dibangun untuk menunjang transportasi saat Asian Games dan menarik wisatawan,” ungkapnya sembari mengajak semua pihak untuk turut serta merawat, menjaga dan memajukan aset daerah yang berharga ini.

Selain itu sambung Dia, LRT seharusnya dapat menerapkan paket wisata jika memang diperlukan untuk meningkatkan minat para penumpang. Dirinya tidak memungkiri, jika salah satu tujuan dibangunnya LRT ini untuk menarik wisatawan. Karena itu, jangan ragu untuk mengembangkan wisata dari Jakabaring ke Bandara.

“Banyak strategi yang dapat dilakukan. Baik LRT Sendiri, maupun pemerintah daerah. Ya, memang  harus kreatif karena ini ikon kedua selain dari Ampera,” tuturnya lagi.

Spot Destinasi wisata Yang Dilalui LRT Palembang :

  1. Pendestrian Sudirman : Traveler yang ingin ke pusat kota Palembang bisa turun di stasiun Cinde. Ke luar dari stasiun ini kamu akan langsung bertemu dengan trotoar luas pedestrian Sudirman yang terletak di pusat kota Palembang.  Pedestrian sepanjang satu kilometer ini memiliki beberapa tempat makan lokal yang terkenal, seperti Mie Ayam Sari Mulia dan Nasi Goreng Bang Ali.
  2. Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Palembang  : Masjid Agung yang kini bernama Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo ini, berjarak hanya 100 meter dari Stasiun Ampera dan dilalui oleh jalur LRT.  Dari dalam LRT traveler bisa melihat bagian atas masjid yang memiliki atap berundak, dan tiga kubah berbentuk piramida. Traveler bisa beribadah di dalam bangunan asli yang dibangun pada tahun 1738 masehi itu,itu.
  3. Monpera : Museum dengan halaman luas dan taman yang asri ini bersebelahan dengan Jembatan Ampera, sekitar 100 meter dari Stasiun Ampera. Di museum ini bisa dijumpai Ada satu kendaraan lapis baja pada masa perang itu yang dipajang di halaman museum.
  4. Sungai Musi dan Benteng Kuto Besak (BKB) : Dari stasiun Ampera, Traveler dapat menikmati destinasi wisata lain. Ada Musium SMB II, Kota Tua, dan BKB. Bagi para pelancong yang menyukai perjalanan sungai, bisa juga menggunakan jasa perahu kecil (ketek) untuk menyeberang sungai menuju ke Pulau Kemarau, Kampung Kapitan, dan Kampung Arab,  Destinasi wisata religi yang mampu membawa suasana kembali ke zaman Palembang tempo dulu.
  5. Jakabaring Sport City : Asian Games 2018 digelar di Jakarta dan Palembang. Sebanyak 11 cabang olahraga Asian Games dipertandingkan di Jakabaring Sport City.  Jakabaring Sport City merupakan venue olahraga terluas di Indonesia. Di sini ada danau yang digunakan untuk berbagai pertandingan olahraga air, seperti jetski, kano, dan perahu naga.
Lihat Juga :  Begini Cara Menjawab Kiriman Salam Melalui Orang Lain

Editor : Jemmy Saputera

Back to top button