Uncategorized

Masyarakat Kurang Mampu Tanggungan Pemerintah, Berobat di RS BARI dan Puskesmas Cukup Bawa KTP

 

ASSAJIDIN.COM  – belum tercapainya target 95 persen masyarakat Palembang  tercyang diwajibkan tercover BPJS Kesehatan hingga Desember 2019, pemerintah terus membuat  inovasi  agar pelayanan maksimal bagi masyarakat  khusus di bidang kesehatan.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustina mengatakan, masyarakat kurang mampu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain bisa berobat di puskesmas, RS Palembang Bari pun tetap menerima pasien yang belum memiliki kartu KIS.

“Cukup membawa KTP (Kartu Identitas Penduduk), masyarakat bisa dilayani untuk berobat,” katanya usai sosialisasi JKN KIS di Hotel The Zuri, Selasa (23/7/2019).

Fitri mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukam verifikasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendata masyarakat yang belum masuk menjadi peserta. “Alhamdulillah tingkat puskesmas bisa melayani, begitu juga RS Bari siap mengcover, karena mendapatkan jaminam kesehatan adalah hak seluruh masyarakat,” katanya.

Lihat Juga :  Berdayakan Posyandu dengan Budidaya Hidroponik

Menurutnya, fasilitas di tingkat puskesmas sudah lengkap bahkan ada beberapa puskesmas yang melayani 24 jam dan ada juga rawat inap. Bila perlu ke depan lanjutnya, pemerintah akan memberikan beasiswa untuk dokter agar lebih ahli lagi.

Setidaknya untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari anggaran pemkot mencapai Rp17 miliar untuk menanggung sebanyak 61.954 jiwa penduduk tidak mampu. “Ini total anggaran untuk satu tahun yang sudah kita anggarkan, dulunya Jamkesda sekarang KIS atau BPJS kesehatan semua,” jelasnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Palembang, Ichwansyah Gani mengatakan, 95 persen masyarakat Palembang diharuskan sudah tercover BPJS Kesehatan hingga Desember mendatang. Belum tercapainya target tersebut lantaran terkendala pendataan dan harus dilakukan bersama pemerintah setempat.

Lihat Juga :  Alhamdulillah, Jemaah Kloter 2 pun Sudah Mendarat di Bumi Sriwijaya

“Untuk Cabang Palembang kita sudah berhasil mengcover 88 persen atau 1,4 juta jiwa warga Kota Palembang. Kendalanya di data, maka kita usulkan mendata dari sisa masyarakat yang belum tercover, bisa dilihat dari jenis pekerjaannya,” jelasnya. (pitria)

Back to top button