SYARIAH
Mantapkan Diri, Tujuan Berpuasa Agar Manusia Bertakwa
AsSAJIDIN.COM –– Marhaban ya Ramadhan, Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu Ramadan tahun ini. Firman Allah
Q.S 2 (Al-Baqarah):183
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Syariat yang diwajibkan Allah mempunyai manfaat bagi manusia baik untuk pribadi maupun orang lain. Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, kalau puasa hanya menahan lapar dan haus saja, anak kecilpun bisa.
Jika puasa manusia- manusia di muka bumi ini sampai pada tujuanya maka damailah yang terjadi. Bukankah nabi Muhammad sudah mengingatkan dalam sebuah haditsnya yang sangat popular “Berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak dapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus saja”. Hadits ini terbukti kebenaranya karena banyak sekali orang yang puasa tapi tidak sampai kepada tujuan puasa itu sendiri yaitu Taqwa.
Ciri minimal orang yang puasa sampai pada tujuannya adalah taqwa: Firman Allah Q.S 3 Ali Imran ayat 133-134
Artinya : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Surga yang luasnya seluas langit dan bumi disediakan untuk orang yang bertaqwa yaitu orang yang selalu sedekah baik di waktu lapang maupun sempit, selalu menahan marah, selalu memafkan kesalahan orang dan selalu berbuat baik. Jadi ciri-ciri orang yang berpuasa sampai pada tujuanya, yakni:
1. Segera mohon ampun
2. Sedekah baik di waktu lapang maupun sempit
3. Selalu menahan marah
4. Selalu memafkan kesalahan orang
5. Selalu berbuat baik
Logikanya kalau ada orang yang puasa tapi masih pelit, pemarah, pendendam dan tidak berbuat baik maka puasanya belum sampai pada tujuanya atau hanya dapat lapar dan haus saja, itu kata Allah, jelas tertulis di dalam Alquran.(*)
