SUMSEL MAJU

Herman Deru: Jangan Rusak Keutuhan dengan Perbedaan

PALEMBANG, ASSAJIDIN.COM – Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menghadiri acara ramah tamah bersama tokoh-tokoh Sumsel di Hotel Grand Zuri Palembang, Selasa (26/3). Menjelang Pileg dan Pilres yang tinggal hitungan hari, Herman Deru mengaku sangat mengharapkan peran para tokoh ini untuk menjaga kondusifitas di Sumsel.

“Saat ini informasi sudah sangat tidak terbendung terutama di medsos. Untuk masyarakat awam semua yang tersaji ini bisa saja dianggap benar. Makanya perlu info pembanding dan disinilah peran para tokoh Sumsel untuk menjelaskan dan menyaring ini mana yang benar dan tidak ,” jelasnya.

Informasi kata Herman Deru saat ini mudah diakses dari segala sumber.  Sangat berbeda dengan zaman dulu karena untuk mendapatkan informasi terutama orang di desa harus menunggu 3 hari setelah koran terbit. ” Sekarang ini semua orang bisa membuat media online dengan mudah, ada juga medsos yang setiap hari menyajikan berita-berita. Informasi ini yang hatus disaring,” tambahnya.

Lihat Juga :  Monas Dipadati Peserta Munajat 212, Ketuk Pintu Langit untuk Keselamatan Bangsa dan Negara

Mengutip pernyataan Mahatir Februari lalu, Herman Deru mengatakan bahwa Demokrasi bukanlah sebuah sistem yang sempurna tapi ini adalah yang terbaik saat ini. Karena itu demokrasi mestinya disikapi dengan happy.

“Sistem Kerajaan Arab terpecah begitu juga Suriah. Jadi demokrasi inilah yang terbaik. Makanya saya punya pandangan bahwa kita harus sepakati keutuhan tidak boleh rusak oleh karena beda pilihan, suku, mazhab atau agama dan lainnga. Kita harus sepakati itu,” jelasnya.

Tak bisa dipungkiri lanjut dia, politik adalah alat membangun bangsa untuk menuju kesejahteraan. Meskipun dalam perjalanannya politik kerap membuat sebagian alergi. ” Politik kerap diartikan negatif jadi sebagian orang alergi. Padahal ini alat untuk membangun bangsa,” jelasnya.

Sementara itu Kapolda Sumsel  Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan sebentar lagi Indonesia akan mencatat sejarah melakulan Pilpres dan Pileg dalam waktu bersamaan.

” Ini akan menjadi perhatian banyak orang, makanga saya harap semua berjalan baik, tentram dan damai. Semoga ini akan menghasilkan pemimpin yang  baik. Ajang ini bukan untuk membenturkan satu pihak dengan lainnya. tapi kita me cari pemimpin yang bisa melanjutkan pembangunan Indonesia,” jelasnya.

Lihat Juga :  Ahmad Iskandar LC, Seorang Dai, Dosen dan Pengusaha Ikut Nyaleg: ini Panggilan Hati

Kepada semua tokoh Sumsel ini Kapolda juga meminta tetap menjaga keamanan di Sumsel agar pemimpin kita bisa membangun dengan baik.

” Saya mohon dukungan mewujudkan Pemilu yang damai dan yang sejuk. Kami juga sudah mengecek kesiapan pasukan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Ramah Tamah  Ahmad Marzuki mengatakan acara ramah tamah ini bertujuan menjalin silaturahmi dan komunikasi antara suku, agama, etnis  dan  politik beserta forkompinda untuk menjaha harmonisasi pembangunan Sumsel ke depan.

“Sumsel sudah ada brand zero konflik, ini harus sampai ke anak cucu. 17 April nanti ada Pileg dan Pilpres berdoa semoga 17 april kita lalui dengan baik untuk mendapat  pemimoin yang baik,” tutupnya.(*/rilisbhumas pemprov sumsel)

Tags
Close