EKONOMI & BISNIS

Pelaku Jualan Online Shop Menjerit

 

AsSAJIDIN.COM —  Setiap Rizki seseorang berbeda-beda dan sudah ada garis masing-masing. Tapi dengan usaha dan ikhtiar insya allah ada jalannya.

seperti melakukan usaha sampingan jualan online shop yang sekarang banyak digeluti anak-anak muda.
Bicara masalah online shop, dalam beberapa pekan terakhir tepatnya sejak awal Februari lalu online shop yang memesan barang dari Batam, over load. Akibatnya paket-paket barang pesanan pelanggan yang mestinya bisa sampai hanya hitungan hari, hingga berminggu-minggu belum juga sampai.

Penjual online shop menjerit akibat aturan yang diterapkan Bea Cukai terkait pengiriman barang dari Batam keluar kota.

Sebab, paket barang yang dikirim keluar Batam lewat jasa pos, dan perusahaan jasa titipan (PJT) lama sampai ke alamat penerima. Bahkan bisa membutuhkan waktu 7 hari lebih.

Lihat Juga :  Pesaing Banyak, Penjual Peci Harus Lebih Sabar

Dikutip dari Tribun Batam, Manajer Penjualan Kantor Pos Batam, M Taufik mengakui, per 1 Februari kemarin, ada perubahan alur pemeriksaan barang yang diterapkan Bea dan Cukai dengan sistem Customs and Excise Information System and Automation (CEISA), utamanya di Kantor Pos Batam.

Jika sebelumnya paket yang dikirim tak dicek atau sortir satu per satu, kini mesti dicek atau disortir satu per satu terlebih dahulu, baru kemudian ke tahapan X-ray untuk melihat isinya.

Salah satu pelaku online shop Lastri Shop jadi terganggu. “Pelanggan saya komplain, karena barangnya belum juga tiba. Biasanya 3 sampai 4 hari sampai, ini sampai 7 hari belum juga sampai,” katanya.

Diakuinya, dampak yang paling terasa, memang bagi mereka yang berjualan online shop. Karena kebanyakan barang itu barang e-commerce. Seperti tas dan sebagainya.

Lihat Juga :  Harno Kukuhkan Asosiasi Pengusaha Pempek dan Paguyuban Kuda Lumping se-Palembang

Tak itu juga salah satu konsumen yang sering berbelanja di online shop juga ikut mengeluh salah satunya “Ana” yang beberapa kali pesanan yg ia pesan di online shop juga tak kunjung datang karena kebutuhan yang ia pesan juga hampir 2 minggu inibelum juga sampai di tangannya. “Ya gimana dong, kita kan pesan barang pengen langsung lihat barangnya. Ini sampai seminggu lebih. Harusnya ada solusi yang lebih memperhatikan kepuasan konsumen,” kata Ana.(*)

Kiriman tulisan: Sulastri

Tags
Close