ASN itu Abdi Negara, Bukan Pengejar Materi

AsSAJIDIN.COM — Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut ada ratusan orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengundurkan diri.
Meskipun kasus ini tak terjadi di Kota Palembang, namun hal ini menyita perhatian banyak orang termasuk mereka yang tidak lulus saat pendaftaran 2021.
BKN menyebut ada berbagai alasan yang mendorong CPNS memilih mundur. Di antaranya, besaran gaji dan tunjangan yang tidak sesuai ekspektasi.
Okta, salah satu yang CPNS sebelumnya menyebutkan, untuk setara lulusan S1, gajinya sekitar Rp2 jutaan. Jika dibandingkan dengan pegawai BUMN atau swasta lainnya, menurutnya memang tidak sebanding.
“Gajinya memang relatif kecil bagi sebagian orang, untuk guru itu kalau lulus sertifikasi ada tunjangannya, disyukuri saja,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, baik CPNS maupun PPPK belum ada yang mengundurkan diri tidak seperti yang terjadi di kota lain.
“Sejauh ini belum ada yang mengundurkan diri, apalagi dengan alasan karena gaji kecil,” katanya.
Menurutnya, sebagai ASN harus memiliki hati yang tulus dalam bekerja. Sebelum itu, saat sedang mendaftar menjadi ASN niat dari dalam hati harus diperhatikan.
“Niatnya apa pas daftar itu, jangan sampai setelah lulus mengundurkan diri, padahal banyak diantara kita yang ingin lulus saat daftar kemarin,” katanya.
Seharusnya calon pelamar mengetahui hal dan kewajiban menjadi abdi negara sebelum melamar di formasi tersebut. Apakah untuk mengabdi atau hanya sekedar untuk materi.
“Jika orientasinya pada materi, maka bisa saja mengundurkan diri. ASN itu diharuskan punya niat tulus dan loyalitas tinggi pada negara,” katanya. (pitria)
