Jemaah Haji Lemparkan 166 Juta Batu ke Jamarat, inilah Maknanya
MINA, AsSAJIDIN.COM — Saat matahari terbenam di Mina pada Kamis (23/8) atau hari kedua tasyrik, 166.017.250 batu telah dilemparkan ke jamarat selama kegiatan lontar jumrah.
“Pada Kamis, sejumlah besar jamaah haji, sekitar 1,6 juta, merajam tiga pilar dan melakukan tawaf di Masjid al-Haram,” kata Direktur Komando dan Pusat Kontrol Saudi Kolonel Tariq Al-Ghabban dilansir di Arab News, Kamis (23/8).
Otoritas Umum untuk Statistik mengumumkan ada 2.371.675 jamaah melaksanakan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.758.722 jamaah berasal dari luar Kerajaan. Sementara, sebanyak 612.953 jamaah berasal dari dalam Kerajaan.
Dalam ibadah haji, melempar jumrah tidak hanya dilakukan dalam satu hari melainkan tiga atau empat hari. Ini menunjukkan perintah Allah yang sangat tegas agar manusia benar-benar memusuhi setan dan tidak bersekutu dengannya.
Setidaknya ada tiga makna yang terkandung dalam melempar jumroh, yakni pertama melempar jumrah menunjukkan secara simbolik perlawanan dan permusuhan kita kepada setan.
Kedua, Allah SWT berfirman Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Qs. Fathir 6)
Ketika kita melempar tiang-tiang dalam jumrah, sesungguhnya terkandung di dalamnya kemarahan dan penghinaan kita kepada setan.
Setelah melakukan lempar jumroh, jemaah haji yang masuk pada kloter pertama dan tergabung dalam pemberangkatan gelombang pertama, akan segera melakukan tawaf wada dan beberapa ibadah lainnya di Mekkah, dan selanjutnya akan segera meninggalkan Tanah Suci dan kembali ke tanah Air. Sedangkan jemaah yang masuk pada keberangkatan gelombang kedua akan meneruskan perjalanan ibadah ke Madinah.(*)
