BERITA TERKINIPOLITIK

Lihat Kekayaan Jokowi dan Prabowo, Dua Sosok yang Disebut-sebut akan Bersaing dalam Pilpres 2019

 

JAKARTA, AsSAJIDIN.COM —  Bursa capres terus bergulir. Nama  Jokowi dan Prabowo disebut-sebut akan kembali saling berhadapan meminta suara kepada rakyat, untuk menjadi presiden periode 2019-2024.
Pada pilpres 2014 lalu, Jokowi berhasil mengalahkan Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Sejauh ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan pendaftaran capres cawapres sejak Sabtu (4/8/2018) hingga Jumat (10/8/2018) pukul 24.00 WIB. Hingga Rabu (8/8) belum ada sosok yang resmi mendaftarkan diri sebagai capres cawapres.
Dua sosok itu akan merebut suara rakyat di Pilpres 2019 nantinya.
Untuk itu, sebaiknya rakyat mengetahui jumlah harta kekayaan mereka sebelum maju bertarung.
Berikut perbandingan harta kekayaan Jokowi dan Prabowo, dikutip dari TribunJakarta.com:

1. Joko Widodo
Joko Widodo ternyata memiliki nama lain saat masa kanak-kanak yakni Mulyono.
Ayah Jokowi berasal dari Karanganyar, sementara kakek dan nenek berasal dari desa di Boyolali.
Jokowi sebelum menjadi presiden saat ini, ia merupakan seorang pengusaha meubel.
Bahkan, Jokowi sempat menceritakan pengalamannya menjadi pengusaha selama 27 tahun.

Namanya makin terdengar saat dirinya menjadi Wali Kota Surakarta dan kemudian maju di Pilkada DKI Jakarta 2012.
Lalu berapa harta kekayaan Joko Widodo?
Pada tahun 2018 saat ini, belum diketahui total harta kekayaan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Meski demikian, Jokowi sempat mengumumkan laporan harta kekayaaannya di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (1/7/2014) sesuai dengan laporan yang telah diperiksa KPK.
Jokowi ternyata memiliki harta kekayaan sekitar Rp 29,8 miliar dan USD 27.633 atau sekitar Rp 386 juta (Rp 14.000/USD).
Sehingga total harta kekayaan Jokowi bulan Mei 2014 itu sekitar Rp 30,3 miliar.
Jumlah harta kekayaan itu terdiri dari harta tidak bergerak seperti 24 bidang tanah dan bangunan sekitar Rp 29,453 miliar.
Tak hanya itu, Jokowi juga punya harta bergerak seperti 10 mobil dan dua sepeda motor dengan nilai sekitar Rp 954,5 juta.
Jokowi juga punya toko meubel yang dinilai senilai Rp 527,4 juta.
Bahkan, Jokowi juga punya logam mulia sekitar Rp 27.200.000, batu mulia Rp 15.000.000, barang seni dan barang antik harta bergerak lainnya Rp 319.150.000.
2. Prabowo Subianto
Sosok Prabowo Subianto merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, lahir dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.
prabowo naik kuda
prabowo naik kuda (Tribunnews)
Ia menekuni kariernya di bidang militer hingga kemudian pensiun dan menimggalkan Indonesia.

Lihat Juga :  Bukan Bidadari, Inilah Nikmat Surga Sesungguhnya

Ia tinggal di Yordania dan Jerman kala itu dan menekuni bisnis bersama sang adik, Hasyim yang telah lebih dulu menjadi pengusaha.
7 tahun Prabowo menekuni bisnis, ia kembali ke tanah air.
Tahun 2004 lalu, ia mencoba mengajukan diri menjadi capres melalui konvensi Partai Golkar.
Meski demikian, tampaknya dirinya belum berhasil di konvensi tersebut dan kemudian membangun jaringan tani.
Tak berhasil menjadi capres, Prabowo diusung menjadi cawapres berpasangan dengan Megawati kala itu.
Namun, kala itu Prabowo belum berhasil.
Hingga kemudian, dirinya mendirikan Partai Gerindra dan menjadi Ketua Dewan Pembinannya.
Tahun 2014 lalu, Prabowo kembali mencoba maju jadi capres dengan didampingi Hatta Rajasa.
Sayangnya, pasangan tersebut belum berhasil menang.
Kini, sosok Prabowo digadang-gadang akan kembali bertarung di Pilpres 2019 mendatang.
Kemudian, Berapa harta kekayaaannya saat ini?
Melansir Kompas.com, berdasarkan laporan harta kekayaan KPK pada 20 Mei 2014, Prabowo memiliki total harta kekayaan Rp 1,6 triliun dan USD 7,5 juta atau sekitar Rp 105 miliar (kurs Rp 14.000).
Dalam laporannya itu, Prabowo tercatat punya tiga pertenakan dengan nilai sekitar Rp 12 miliar.
Tak hanya itu, Prabowo juga punya kepemilikan saham 26 perusahaan dengan nilai Rp 1,5 triliun.
Bahkan, Prabowo juga sempat melaporkan harta kekayaannya kala mendampingi Megawati.
Per Mei 2009, total hartanya sekitar Rp 1,57 triliun dan USD 7,57 Juta. (*_Tribun Jakarta)

Berita Terkait

Close