Cerita Rombongan Menteri Indonesia dan Australia Berhamburan Saat Gempa Lombok, Total Korban 82 Orang Meninggal

LOMBOK, AsSAJIDIN.COM — Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok Uara, NTB, Minggu (5/8/2018). Saat itu, Yasonna dan menteri dari berbagai negara sedang makan malam. Mereka adalah para peserta Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT)
Yasonna menyebutkan, pasca-gempa pertama, ada sekitar dua kali gempa susulan. Mereka diminta untuk tetap tenang.
Semua, lanjut dia, dalam keadaan aman dan selamat.
Menurut Yasonna, sebenarnya acara MCM baru dimulai pada hari ini. Namun karena gempa, kemungkinan besar, acara ini tidak akan dilanjutkan dan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam acara ini, selain Yasonna, delegasi Indonesia antara lain diwakili oleh Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto, Kepala Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Djoko Setiadi dan Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin.
82 Orang Korban Meninggal Dunia
Dikutip fari Breaking News Kompas TV, Hingga Senin (6/8/2018) subuh ini dikabarkan gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut menewaskan 82 orang yang tersebar di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat dan Mataram.
Korban yang meninggal dunia paling banyak ada di Kabupaten Lombok Utara.
Sementara puluhan lainnya menderita luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat. (*/sumber: tribunnews)
