ASSAJIDIN.COM — Bila kita menginap atau menumpang di rumah orang, jangan lupa adab dan tata krama.
Mengutip Brita.99.co, ada 7 adab yang harus kamu simak dan perhatikan. Berikut penjelasannya :
– Cerita Rasulullah saat Menumpang di Rumah Abu Ayyub al-Anshari
Sebagai pembuka, ada baiknya kamu mengetahui cerita Rasul ketika menumpang di rumah sahabatnya, Abu Ayyub al-Anshari, saat awal tiba di Madinah.
Pada saat itu, Rasul bahkan tinggal di lantai bawah, sementara Abu Ayyub berada di lantai atas.
Melansir laman jalansirah.com, berikut penggalan kisah tersebut:
Abu Ayyub berkata kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku sungkan berada di atasmu sementara engkau berada di bawahku. Silahkan engkau berada di lantai atas dan kami saja yang berdiri di lantai bawah.”
Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berkata, “Hai Abu Ayyub, tidak mengapa, biarlah kami tetap berada di lantai bawah.”
Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam tetap tinggal di lantai bawah, sementara keluarga Abu Ayyub tinggal di lantai atas.
– Menerima Jamuan Tuan Rumah
Masih mengutip laman jalansirah.com, saat berada di rumah Abu Ayyub, Rasul pernah dihidangkan makanan.
Rasul pun memakannya.
Dalam satu malam Abu Ayyub kembali menghidangkan makanan, kali ini diolah dengan bawang merah dan putih.
Namun, Rasul mendiamkan atau menghindarinya karena menurut laman islam.nu.or.id, takut membuatnya bau mulut karena status Rasul sebagai penerima wahyu
Abu Ayyub menceritakan, “Kami memasak makan malam untuk Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam kemudian kami menghidangkannya kepada beliau dan beliaupun memakannya.
Namun pada suatu malam, ketika kami memasak makanan tersebut dengan bawang merah atau bawang putih, beliau diam tidak memakannya lalu mengembalikannya kepada kami.
Aku segera datang kepada beliau dengan perasaan cemas. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, ada apa? Apa makanannya tidak enak?”
Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak makan bawang. Jika kalian mau, silahkan makan makanan tersebut!” Maka kami pun memakannya dan sejak saat itu, kami tidak memasak dengan bawang merah atau putih.”
– Menginap Maksimal 3 Hari
Bila konteksnya hanya menumpang untuk bertamu, ada hadis yang menyebut kamu boleh menginap maksimal tiga hari.
Hadis tersebut berbunyi:
Dari Abu Suraih Al Ka’bi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam, dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya, tidak halal bagi tamu tinggal (bermalam) hingga (ahli bait) mengeluarkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Mengutip laman muhammadiyah.or.id, bila melebihi tiga hari, bisa membuat si tuan rumah berdosa.
“Rasulullah SAW bersabda: “Bertamu itu selama tiga hari, dan pelayanannya selama siang atau malam hari. Tidak halal bagi seorang muslim bermukim di rumah saudaranya sampai saudaranya berdosa karenanya.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dia bisa berdosa?” beliau menjawab: “Dia bermukim di rumah saudaranya hingga saudaranya tidak punya apa-apa lagi untuk menjamunya.” (HR Muslim)
– Mengerjakan Tugas Rumah
Terlepas hadis di atas, adab menumpang di rumah orang dalam Islam yang harus kamu taati selanjutnya ialah mengerjakan tugas rumah.
Minimal kamu membantu membersihkan kamar sendiri atau area rumah lainnya.
– Hindari Bangun Lebih Siang dari Pemilik Rumah
Lalu, jangan sampai kamu sering bangun lebih siang dari pemilik rumah.
Hindari mempunyai kesan malas-malasan, walau menumpang di rumah saudara.
– Jangan Membawa Teman Sembarangan ke Rumah
Penghuni rumah bisa terganggu jika kamu sering membawa teman sembarangan ke rumah.
Apalagi bila teman-temanmu sering membuat bising, sehingga membuat penghuni terganggu.
