MOZAIK ISLAM

Di Negara ini, Puasa Ramadan Paling Singkat, Berapa Jam?

AsSAJIDIN.COM — Beberapa waktu lalu, AsSAJIDIN.COM mengupas negar-negara yang muslimnya menjalani puasa dengan lama waktu paling lama di dunia. Subhanallah, dengan kuasa Allah, ada juga negara-negara yang waktu menjalani ibadah puasa lebih singkat dibanding waktu yang harus dijalani muslim pada umumnya.

Memang lamanya waktu berpuasa seorang Muslim dalam sehari bergantung pada di belahan bumi mana ia berada. Negara-negara di benua Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika punya durasi puasa yang berbeda satu sama lain. Hal ini karena waktu puasa dan berbuka didasarkan dari kapan matahari terbit dan terbenam.

Di negara empat musim, jika bulan puasa jatuh saat musim panas, maka Muslim di negara tersebut bisa berpuasa hingga 20 jam. Penyebabnya karena matahari masih bersinar walau malam hari. Dilansir dari Morocco News dan Gulf News, berikut beberapa negara dengan durasi puasa tersingkat yang dihitung dari tanggal 1 Ramadhan 1949 Hijriyah.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Cemburu Allah kepada Makhluk-Nya

Di Australia, bulan puasa tahun ini bertepatan dengan musim dingin. Sehingga, Muslim di negeri Kanguru tersebut berpuasa selama 11 jam 50 menit.

Sekarang mari beralih ke Benua Amerika. Muslim di Brasil berpuasa selama 12 jam, hampir sama seperti mereka yang berada di Australia.

Greenland, yang terletak di belahan bumi paling utara memiliki waktu puasa sangat lama yakni 20 jam dan delapan menit. Sementara itu Argentina punya waktu puasa tersingkat yakni 11 jam dan 46 menit.

Khusus negara-negara yang jeda waktu matahari terbenam dan terbit sangat singkat kurang dari
tiga jam atau pergantian siang dan malam sulit dibedakan, para ulama punya kesepakatan sendiri. Para ulama telah mengeluarkan fatwa yang mengizinkan kaum Muslim untuk berpuasa mengikuti pergantian waktu berdasarkan kota terdekat yang pergantian siang dan malamnya lebih jelas terlihat.(*/islampos.com)

Lihat Juga :  Inilah Ciri-ciri Orang Cerdas Menurut Islam

==========

Back to top button