KESEHATAN

Waspada Anhedonia, Merasa Susah Bahagia, Atasi dengan Cara Islami

ASSAJIDIN.COM – Hidup terasa hampa, tidak lagi kerasa bahagia dan tidan lagi menikmati aktivitas yang sering dilakukan. Padahal yang dilakukan adalah hal yang disukai dan dianggap menarik. Jika iya, Bisa jadi kamu mengalami anhedonia.

Anhedonia merupakan keadaan dimana saat seseorang kehilangan atau penurunan terhadap minat, motivasi dan kesenangan dalam aktivitas. Biasanya sering terdengar istilah ‘hedon’ dalam arti hidup dalam kemewahan. Nah, Anhedonia merupakan hal sebaliknya.

Ustadzah Yuyun Arianda dalam menyampaikan materi di Kajian Online Cemara mengatakan saat mengalami anhedonia seseorang akan merasa hidupnya membosankan bahkan sampai membuatnya merasa tertekan dan biasa saja.

“Contohnya kita suka makan bakso setiap minggu hingga punya langganan dan racikan kuah tersendiri. Namun, saat ini makan bakso dirasa biasa saja dan tidak terasa nikmat bahkan cendrung bosan,”katanya.

Kenapa hal ini bisa terjadi dan merasuki sebagian masyarakat termasuk kaum muslim. Menurutnya terjadi hal ini dikarenakan efek dari penerapan sistem kapitalis sekuler yaitu sistem yang fokus utamanya adalah mendapatkan materi yang berupa uang, pujian, apresiasi atau hal yang sifatnya manfaat. Sehingga aktivitas yang dilakukanoun beroreantasi mendapatkan materi sebanyak-banyaknya.

Lihat Juga :  Selain Covid-19, DBD juga Mengancam, Terutama di Kawasan Padat Penduduk

Ditambah lagi, akses dari sistem ini yaitu sekulerisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Sehingga perbuatan yang dilakukan berdasarkan disuka atau diinginkan bukan atas dasar halal atau haram yang ditetapkan oleh agama islam. Akses ini sudah merasuk ke segala lini kehidupan muslim saat ini, baik dalam keluarga, pendidikan sampai Negara.

“Akibatnya efek yang ditimbulkanpun mirip. Apa yang kita lakukan tidak memiliki tujuan yang jelas, sehingga dalam beraktivitas mudah bosan dan tidak mempunyai esensi yang jelas. Dari sini akan tinbul stress, gangguan kejiwaan termasuk unhedonia ini,”katanya,minggu(24/7/22).

Tentunya kita perlu solusi jika sedang berhadapan dengan kondisi ini. Kembali kepada Allah merupakan solusi yang tepat. Sadari bahwa kita hanyalah hambanya yang lemah dan terbatas. Serta hidup didunia hanyalah sementara dan kembali ke akhirat adalah selama-lamanya.

“Ketika kita merenung, maka kita akan sadar bahwa hidup kita harus sesuai aturan yang Allah turunkan. Perlunya kita untuk terus belajar islam dan syariahnya untukmengetahui apa tujuan kita sebenarnya,”katanya.

Lihat Juga :  Tingkatkan Mutu Pelayanan, RSI Ar-Rasyid Palembang : Buka Kesempatan Tenaga Medis Untuk Bergabung

Dalam Qur’an Surah Ar Ra’d : 29 “orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik”.

Ia mengatakan bahwa inilah tujuan muslim sejati. Ketika orientasi segala aktivitas yang kita lakukan adalah akhirat yaitu untuk masuk surganya Allah maka sesulit apapun kehidupan dunia yang kita hadapi maka kita akan jalani dengan ikhlas dan ridho karena sesunngguhnya yang kita tuju kebahagiaan hakiki bukan yang semu.

Dalam (sistem) islam tidak ada anhedonia, sebab anhedonia ini adalah efek dari penerapan sistem kapitalis (bukan islam). Dalam sistem islam umat digiring dalam ketaatan kepada Allah yang menghantarkan pada makna kebahagiaan yang sebenarnya.

Lalu bagaimana jika kita menjadi anhedonia, “maka segeralah mengingat allah, pahami hakikat kehidupan kita sebagai hamba Allah. Salah satu cara nya adalah dengan mengkaji islam Kaffah secara rutin dengan kelompk jamaah yang shohih, insyallah kita akan dipahamkan dan dibimbing untuk berislam secara keseluruhan sehingga akan terbentuk pola pikir dan pola sikap kita yg islami, insyallah Wallahualam,”katanya.(TRI JUMARTINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button