MOZAIK ISLAM

Tanda-tanda dan Kapan Lailatul Qodar Turun, Menurut Imam Al-Ghazali

ASSAJIDIN.COM –Prof Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an (1999) memaknai kata qadar pada lailatul qadar dengan tiga makna yakni pertama bermakna penetapan atau pengaturan, kedua berarti kemuliaan, ketiga berarti sempit.

Dimaknai sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk mengatur segala urusan.

Pada malam ini, Allah menurunkan Al-Qur’an, menakdirkan segala urusan, hukum, rezeki dan ajal untuk jangka selama setahun.

Malam Lailatul Qadar ditandai dengan situasi langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan. Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29. Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.

Lihat Juga :  Ustad Taufik Hasnuri 16 Tahun Bagi-bagi 3.000 Porsi Bubur Asyura untuk Kaum Dhuafa

Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23. Wallahualam bishawab. (*/Sumber: nu.online)

Tags
Close