INTERNASIONAL

Takwa kepada Allah, Ada dalam 5 Hal Ini

AsSAJIDIN.COM — Takwa kepada Allah adalah perlindungan. Berarti menghindar, bertakwa adalah berarti menghindar dari siksa Allah subhanahu wa ta’ala. Baik siksa duniawi maupun ukhrawi.

Takwa ukhrawi, siapa yang melanggar perintah perintah agama seperti shalat, puasa dan lain-lain sebagainya, berbohong, menipu, korupsi, maka dia terancam dengan siksa Allah. Tetapi inti dari siksa menyangkut pelanggaran hukum-hukum agama itu di akhirat nanti.

Siapa yang mengabaikan shalat, siapa yang menganiaya maka sangsinya secara sempurna akan diterimanya di akhirat nanti.

Dalam Al-Qur’an ada ayat yang menyatakan ittaqullaha haqqa tuqatihi bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa. Sahabat nabi Ibnu Mas’ud memahami ini bahwa bertakwa sebenar-benarnya taqwa sulit bahkan mustahil dilakukan. Karena itu berarti tidak pernah akan durhaka, tidak pernah akan melupakan Allah, tidak pernah akan tidak mensyukuri nikmatnya.

Ada ayat lain yang turun yang menjelaskan maksud firman itu. yaitu bertakwalah kepada Allah sesuai kemampuan kamu bertakwa sesuai kemampuan melaksanakan perintah-Nya sesuai kemampuan dan jauhi larangan-Nya. Karena menjauhi larangan Allah tidak membutuhkan kemampuan.

Terdapat ciri-ciri khususnya yang dimiliki hanya oleh orang yang benar-benar bertakwa. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri orang bertakwa yang tersirat dan tersurat dalam Quran Surat Ali Imran ayat 133-134.

Surah Ali Imron ( keluarga Imron) merupakan surah ke-3 dalam AL Quran, terletak dalam juz 3 dan juz 4 dan terdiri dari 220 ayat. Surah ini termasuk dalam surah madaniyah, yaitu turun di madinah.

Surat Ali ‘Imran Ayat 133

۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Lihat Juga :  Mengoreksi Keberimanan Dalam Menjalankan Ajaran Islam

Surat Ali ‘Imran Ayat 134

لَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Ayat diatas merupakan ayat yang memberi kabar gembira bagi orang-orang bertakwa yang akan mendapatkan ampunan dari ALLAH dan balasan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Yaitu orang-orang yang gemar bersedekah dikala lapang dan sempit, orang yang menahan marahnya dan mudah memafkan, dan orang yang berbuat kebajikan.

Takwa kepada Allah: Segera memohon ampun
Orang yang bertakwa adalah orang yang segera memohon ampun kepada Allah, apapun kesalahan kita, dan berupayalah untuk kemudian tidak mengulanginya kembali…

 

Takwa kepada Allah: menafkahkan hartanya baik dalam waktu sempat maupun sempit.

Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu menafkahkan hartanya untuk kebaikan, baik saat sempat (kaya, banyak uang atau sedang lapang) maupun saat sempit (sedang terpuruk, sedang tidak punya uang atau sempit). Harta juga berarti bukan hanya uang, tapi juga tenaga, pikiran dan perbuatan semampu kita.

الٓمٓ ١ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ٢ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٤

“Alif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka., dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Albaqarah 1-4).

Lihat Juga :  Ikutlah Alquran Sebagai Pedoman dan Petunjuk Jalan yang Lurus

Takwa kepada Allah: menahan amarah

Orang yang bertakwa juga akan selalu menjauhi /menahan amarahnya. Kita tahu amarah adalah tempat sangat mudah setan untuk masuk. Menahan amarah artinya menahan setan masuk ke dalam tubuh dan emosi kita.  Bila tidak bisa menahan amarah, ketika itu juga emosi tersulut , setan dengan mudah menghasut hingga tiba-tiba manusia menjadi pembunuh, pencuri, pendendam, dan perbuatan maksiat lainnya.

Tawakal kepada Allah: Memaafkan orang lain

Orang yang bertakwa juga selalu memaafkan orang lain. Apa maknanya? orang takwa adalah orang yang berkasih sayang. Memaafkan kesalahan orang lain, tidak mendendam dan lain-lain. Dia tahu bahwa ketika dia mau memaafkan, insyaallah Allah pun akan memaafkan kesalahannya.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Hasyr ayat 18,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Takwa kepada Allah: selalu berbuat kebaikan

Orang takwa, adalah orang yang selalu berbuat baik, baik dengan perbuatannya, pikirannya atau hartanya. Tidak memilih suku agama, berbuat baik hanya untuk mengharapkan ridho Allah. Demikian ciri orang bertakwa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Also Read
Close
Back to top button