PENDIDIKAN

Tak Bisa Daring, Manajemen SMAN 15 “Jemput Bola” Datangi Siswa

ASSAJIDIN.COM — Sebagai wujud memaksimalkan pelayanan pendidikan di era Pandemi Covid-19, pihak SMA Negeri 15 Palembang berupaya melakukan berbagai langkah inovasi dan solusi.

Pasalnya, sejak Pandemi Virus Corona sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau lebih dikenal dengan dalam jaringan (daring).

Menurut Kepala SMA Negeri 15 Palembang Dra Hj Nursiawati MM ada 90 persen di sekolahnya menjalani KBM secara daring sebagaimana umumnya.

Mulai dari menggunakan aplikasi google classroom, zoom, whatsApp dan lainnnya sesuai dengan kenyamanan guru dan siswa dalam proses KBM daring.

“Tetapi ada sekitar 10 persen yang terkendala daring sehingga harus KBM secara luring atau luar jaringan. Sehingga dalam waktu dekat sekolah akan mencoba mendatangi siswa tersebut di rumahnya,” ujarnya, Jumat (24/7/2020).

Lihat Juga :  Delapan Bulan PJJ, dari Jenuh Hingga Sekolah yang tak Ingin Bebani Siswa

Langkah tersebut menurut Nursiawati dilakukan sekolah agar benar-benar mengetahui kondisi di lapangan. Sehingga muncul solusi yang diberikan kepada siswa apakah akan dilanjutkan KBM luring atau daring.

“Jadi kendala itu kan macam-macam, kalau ada siswa yang dari daerah itu biasanya jaringan. Sedangkan kalau di Palembang mungkin terkendala HP, tapi nanti kita lihat gimana solusinya,” jelasnya.

Namun demikian, bahwa proses KBM luring biasanya dilakukan dengan siswa atau orang tua siswa yang datang ke sekolah setiap pekan dengan mengambil materi dan tugas sebagai bahan evaluasi.

Sehingga pada waktu yang telah dijadwalkan, siswa atau orang tuanya siswa kembali mengumpulkan tugasnya. (Sugi)

Also Read
Close
Back to top button