PENDIDIKAN

Sumsel Kejar Program Wajib Belajar 15 Tahun

ASSAJIDIN.COM — Pihak Dinas Pendidikan Sumsel saat ini terus mengejar program pelaksanaan wajib belajar 15 tahun yang ditargetkan tuntas pada 2023 mendatang.

Pasalnya, program ini sangat dibutuhkan untuk membantu mengentas kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel H Riza Pahlevi, Selasa (1/12/2020).

“Program ini direncanakaan akan dilaunching pada tahun 2023 mendatang,” ujarnya.

Kata Riza, program inibInsya allah akan berlangsung pada tahun 2023 mendatang. Untuk mewujudkan hal ini tentu kita harus tuntas paripurna dulu wajib 12 tahun belajar,” ujarnya.

Lanjut dia, ditargetkan tuntas wajib belajar 12 tahun ini tahun 2022 sehingga launcing program wajib belajar 15 tahun ini bisa dilakukan tahun 2023.

“Hingga tahun ini saja angka partisipasi kasar atau APK kita 84,68 persen kalau paripurna harus mencapai 100 persen. Insya Allah kita bisa sampai 100 persen ditahun 2022 ini,” tegas dia.

Sehingga diawal tahun 2023 kita bisa lauching program wajib belajar 15 tahun atau sampai kuliah.

Tentunya, dalam mewujudkan upaya ini banyak yang telah dilakukan salah satunya yakni memperbanyak rombel disekolah baik swasta maupun negeri.

Lihat Juga :  Hindari Konvoi, Disdik Umumkan Kelulusan SMP Lepas Maghrib

Tak hanya itu, melalui setiap musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) setiap kabupaten/kota di Sumsel pihaknya terus menyampaikan visi misi ini wajib belajar 15 tahun.

“Didaerah melalui MKKS itu dapat mengakomodir jangan sampai ada anak yang putus sekolah tapi beda dengan anak yang tak mau sekolah,” ujarnya

Ia mengatakan melalui kabupaten/kota setempat anak-anak yang putus sekolah ini dapat dicari, dijaring, dibujuk jangan sampai dihantui atau ditakuti dengan biaya.

“Biaya ini tak ada misal paket c tidak ada kecuali anak sekda, pejabat atau anak yang orang tuanya mampu lainnya,” ungkapnya.

Sehingga, tak ada lagi alasan anak tak sekolah bahkan sampai ke daerah pelosok sekalipun seperti muratara, okus dan seterusnya.

“Itu harus dijaring. Lihat alasan mereka mengapa putus sekolah. Minimal anak-anak di Sumsel mengenyam pendidikan SMA,” tegas dia.

Ia mengatakan sosialisasi ini terus dilakukan ini agar tak ada anak yang tak sekolah lagi.

“Bila perlu kita akan buat juga SMA Terbuka sama seperti Universitas. Tapi kita kan juga ada upaya selama ini selain paket C yakni sekolah fillial bagi anak yang terlibat kasus hukum dan juga sekolah bagi anak jalanan,” bebernya.

Lihat Juga :  New Normal, Disdik Kembalikan Proses Belajar Sesuai Situasi Daerah

Sementara itu, Direktur Universitas Terbuka Palembang, Dr Meita Istianda, SIP.MSi mengatakan saat ini universitas terbuka sudah sangat populer apalagi ditengah pandemi ini.

“UT sudah ada sejak 1984 yang populer dikalangan guru karena untuk penyetaraan guru SD di seluruh Indonesia.Namun sekarang sudah makin terkenal dengan fakultas lainnya seperti hukum, ekonomi, scienece dan teknologi,” beber dia.

Ia mengatakan sejak UT didirikam hingga saat ini sudah jutaan alumni yang lulus dan banyak berkiprah.

Apalagi dalam penerimaan CPNS ini, banyak sekali yang diterima adalah lulusan dari UT.

“Keterpakaian di dunia kerja tak ada masalah, mungkin masyarakat perlu diyakinkan saja. Salah satunya 2020 ini cpns yang 2019 lulus 2020 dari 138 ribu se Indoensia sekitar 9436 alumni UT. Ternyata ini mengejutkan bagi masyarakat tapi dari tahun sebelumnya kita juga sudah banyak alumni kita yang diterima,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, sistem PJJ yang diterapkan pun bukan semata-mata online saja tapi juga beragam pembelajaran lainnya, oleh karena itu mahasiswa kita dididik secara mandiri tidak tergantung kepada dosen,” pungkasnya. (*/SUMBER:ASSAJIDINGROUP/SUGI)

Tags
Close
Close