KALAM

Sukses Menduduki Puncak Tertinggi, Ternyata Inilah Satu-satunya “Bodyguard” Petinju Legendaris Muhammad Ali

AsSAJIDIN.COM —  Muhammad Ali, seorang muslim yang juga petinju legendaris yang tahun 70-an,. Namanya sangat terkenal kala itu. Dia pernah menduduki posisi tertinggi sebagai juara dunia di kelas berat, kelas paling favorit jauh sebelum zaman Mike Tyson dll.

Muhammad Ali mengaku hanya memiliki satu bodyguard yang melindunginya. Hal itu terungkap dalam sebuah video wawancara Muhammad Ali pada masa lalu yang beredar di media sosial.

Sebagaimana disebutkan pada tayangan di kanal YouTube Ayatuna Ambassador, Mohammad Ali ditanya, apakah dirinya memiliki pengawal atau bodyguard?

Dalam kesempatan tersebut, Ali berlaga menghitung dan mengundang tawa. Seketika Muhammad Ali mengubah ekspresinya dengan serius mengaku memiliki pengawal yang punya kekuatan luar biasa, mampu melindunginya dan semua umat manusia.

“Saya punya satu bodyguard, Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar. Dia juga Maha Tahu. Kalau Dia ingin sesuatu, Dia tinggal menciptakannya langsung jadi. Pengikutnya patuh dan Dia tahu apa yang orang bicarakan,” kata Muhammad Ali.

Lihat Juga :  Delapan Tanda Orang Berakal dalam Islam, Pribadi yang Rahmatan Lil Alamin

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa bodyguard-nya adalah mengetahui semua rahasia semua orang, bahkan yang ada di dalam benak.

Mohammad Ali pun menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala menjadi bodyguard dirinya dan semua orang.

“Dia tahu semua rahasia, bahkan apa yang ada di dalam benak kita. Dia adalah Tuhan, Allah. Dia adalah bodyguard saya, Dia juga bodyguard Anda,” tegas Muhammad Ali.

Muhammad Ali adalah legenda tinju dunia. Ia wafat pada 3 Juni 2016. Dia meninggal dunia dalam usia 74 tahun.

Pria yang lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay itu merupakan seorang mualaf sekaligus tokoh muslim ternama di Amerika Serikat.

Pada tahun 1964, ketika Ali memenangkan kejuaraan kelas berat usai menumbangkan Sonny Liston, dia mengumumkan secara terbuka dan membuat pernyataan independen: “Saya percaya kepada Allah dan dengan damai,” katanya.

Lihat Juga :  Pemimpin Myanmar Disidang atas Kejahatan Kemanusiaan (Genosida) Etnis Muslim Rohingya

“Saya bukan lagi orang Kristen. Saya tahu ke mana saya pergi dan saya tahu yang sebenarnya. Saya tidak harus menjadi apa yang Anda inginkan. Saya bebas menjadi apa yang saya inginkan.”
Ali mengungkapkan, kepindahannya ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Ia meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Menurutnya, Islam tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras.

“Semuanya sama di hadapan Allah SWT. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa.” [*/sumber: islampos]

Back to top button