ALFURQON SCHOOL

SMAIT AL Furqon Siap Mencetak Para  Ilmuwan Muslim

AsSajiidin.com Palembang .—“  Islam pernah mengalami kejayaan pada era 780 M – 1258 M. Pada masa itu banyak para ilmuwan memberikan kontribusi di bidang ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusi. Oleh sebab itu maka, melalui program School by Research, SMAIT Al Furqon tengah melangkah mencetak para Ilmuan muslim modern,” kata Ustadz Mahyudi Kepala SMAIT Al Furqon kepada AsSajidin, Kamis (16/1/20).

Menurut Mahyudi, jika dulu pada masa kejayaan Islam, masjid tidak hanya jadi tempat beribadah. Maka sekarang, sekolah juga bukan sebagai tempat belajar-mengajar melainkan sebagai wadah pengembangan diri melalui sejumlah karya ilmiah.

“ Kita berharap, melalui penelitian-penelitan tersebut. Anak-anak akan terbiasa mengkaji ilmu pengetahuan  dunia agar terkoneksi langsung dengan Alquran sebagai pedoman hidup. Oleh sebab itu, saat ini kami mewajibkan kepada semua siswa agar dapat berkontribusi melahirkan temuan-temuan baru, yang menjadi kebutuhan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dulu, kata Ustadz Mahyudi dunia medis yang berkembang saat ini adalah berkat eksplorasi ilmuwan Persia, Ibn Sina. Maka tidak menutup kemungkinan,  siswa SMAIT Al Furqon dapat melakukan hal yang serupa. Bahkan kata dia, saat ini banyak karyah ilmiah para siswa tersebut telah di buku kan menjadi sumber ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat bagi umat salah satunya, karya ilmiah berjudul Pakucai, dan  Apple Mint, sebagai solusi alternative pasta gigi alami yang kaya vitamin.

Lihat Juga :  Kebiasaan yang Di-iyakan, Tapi Sebenarnya Berdosa Besar

“ Saya selalu menekankan kepada anak-anak untuk selalu meneliti karena tuntutan dimasa depan tidak hanya pada kepintaran menghitung, berbahasa dan sebagainya melainkan berapa banyak karya yang sudah di ciptakan. Jadi, tidak berguna juga pintar secara akademik, namun dalam penerepan ilmu yang dikuasai tersebut justru jauh panggang dari pada api,” ungkapnya seraya menyebutkan, saat ini ada setidaknya 8 karya ilmiah siswa yang meraih  30 tropi penghargaan.

“ Saya bersama para guru, mengucapkan trimakasih kepada Direktur SIT Al Furqon, H Emil Rosmali  atas support yang diberikan. Alhamdulillah, memasuki tahun III program  School by Research ini digalakkan, kita telah menelurkan puluhan ilmuwan muda, bahkan sudah ada 4 buku yang dicetak dan semuanya merupakan karya anak-anak SMAIT Al Furqon,” terangnya.

Disinggung mengenai ide dari  sejumlah karya ilmiah tersebut, Ustadz Mahyudi menjelaskan jika produk karya ilmiah ini adalah ide murni dari kemauan para siswa dan sekolah hanya memfasilitasi. Seperti misalnya, kata UStadz Mahyudi karya ilmiah bertajuk ‘ Alat Pengering Kemplang Energy Surya dengan Heat Storage dan Bajuri yang berbahan limbah kain.

Lihat Juga :  Menelaah Pentingnya Kesadaran Orangtua Akan Pendidikan

“ Disini kita melihat, kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitarnya. Ada Bajuri, boneka adat lima jari yang menyimbolkan ciri khas adat masyarakt sumsel dengan kain adatnya. Ada songket, jumputan, blongsong dan sebagainya. Ada pula penemuan alat pengering kemplang dengan energy surya. Kami memahami, bahwa anak-anak ingin menge eksplorasi apa yang menjadi bagian kebanggaan masyarakat Sumsel untuk dapat dikenal semua orang, baik ditingkat nasional maupun dunia,” ulasnya.

Melihat potensi-potensi tersebut,Ustadz Mahyudi berkeyakinan jika hal-hal seperti ini terus di beri ruang, maka harapan akan lahirnya para ilmuwan muslim di zaman modern ini bukan sekedar halusinasi, akan tetapi suatu tahapan menuju kembali kejayaan Islam di dunia para ilmuwan.

“ Melalui gerakan School by Research, SMAIT Al Furqon, kita berdoa semoga tahapan tersebut semakin cepat terlaksana. Kan bangga juga kita, jika anak-anak Al Furqon nanti bisa menjadi ilmuwan muslim,” harapnya. [[ Jemmy Saputera ]]

 

 

Back to top button