PENDIDIKAN

Siswa Sambut Gembira KBM Tatap Muka, Sekolah Tetap Tunggu Pergub

AsSAJIDIN.COM —┬áKendati pun siswa menyambut riang gembira wacana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada awal Januari 2021 mendatang sebagaimana wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, akan tetapi sekolah tetap menunggu Peraturan Gubernur (Pergub).

Pasalnya, Wacana KBM tatap muka Mendikbud RI bukan mewajibkan tapi memperbolehkan dan pelaksanaan diberikan kewenangan daerah dan sekolah.

Ana Oktaviana siswa kelas XI SMK Negeri 7 Palembang mengaku menyambut gembira KBM tatap muka yang dihimbau oleh Mendikbud. Menurutnya, KBM daring yang dilakukan sejak Maret 2020 lalu dinilai membuat bosan.

“Sangat setuju sekali. Orang tua saya juga setuju. Karena daring dari rumah tak efektif, bosan, materi kurang paham, beda kalau belajar di sekolah langsung bisa tanya ke guru,” ujarnya disela mengantar tugas luring dari sekolah, Jumat (4/12/2020).

Ana menambahkan bahwa sebagai siswa yang juga lama mengikuti daring, KBM tatap muka sangat dibutuhkan untuk menunjang pemahaman belajar karena sudah sekitar 10 bulan belajar daring sejak Maret 2020 lalu.

Lihat Juga :  11 Daerah di Sumsel Bestatus Zona Kuning dan Hijau Siap-siap KBM Tatap Muka

“Dan kalau KBM tatap muka, kami juga sudah siap dan paham. Kami akan bawa hand sanitizer, bawa masker dan rajin cuci tangan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMK Negeri 1 Palembang H Suparman SPd MSi memahami keinginan siswa-siswinya untuk segera mengikuti KBM tatap muka. Apalagi selain kerinduan belajar juga kerinduan bertemu dengan para guru dan teman-temannya.

“Kami memahami kerinduan anak-anak untuk segera KBM tatap muka. Persiapan protokol kesehatan juga suda lama kami lakukan, tapi kita tetap harus menunggu Pergub. Selain itu, izin orang tua juga harus menjadi poin wajib,” jelasnya.

Menurut Suparman, bahwa meski wacana KBM tatap muka diperbolehkan oleh Mendikbud tapi kondisi Pandemi COVID-19 harus diakui masih fluktuatif. Apalagi di Jakarta, Jawa Barat termaysk juga di Sumsel.

Lihat Juga :  Devani Terpaksa Tes Tertulis di Bawah Pohon Demi Bisa Lulus Masuk SMAN Favoritnya

Sembari menunggu Pergub, pihak sekolah sudah mempersiapkan surat pernyataan izin KBM tatap muka yang nanti perlu dipahami dan diikuti oleh orang tua. Termasuk memastikan kehadiran dan kepulangan siswa dalam tanggung jawab orang tua. Pasalnya, percuma jika protokol kesehatan ketat dijalankan di sekolah tetap sepulang sekolah keluyuran dan berkerumun sesama teman-temannya.

“Selain itu, seadanya KBM tatap muka nanti berjalan, selama satu hingga dua bulan sekolah menutup sementara kantin, agar menghindari kerumunan. Jadi nanti kita juga himbau anak-anak sementara bawa bekal dulu,” jelasnya.

Dan untuk pola pembelajaran, ruangan per kelas maksimal hanya diisi 20 siswa dan proses jam belajar dikurangi. (*/sumber: assajidingroup/Sugi)

Tags
Close
Close