INTERNASIONAL

Siswa Muslim di Melbourne Dipaksa Tonton Kartun Nabi Muhammad, ICV Kecewa

AsSajidin.com — Sepertinya masalah kartun Nabi Muhammad SAW terus bergulir dan membuat heboh masya rakat dunia.

Di sebuah sekolah di Melbourne, Australia misalnya.

Seorang siswa Muslim diduga kuat telah dipaksa menonton kartun yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad di dalam kelas.

Dewan Islam Victoria (ICV) mengatakan anggota komunitas Muslim di Melbourne sangat kecewa dengan insiden tersebut.

“ICV memahami bahwa banyak orang di masyarakat sangat kecewa dengan apa yang mereka dengar dan ingin menyuarakan kemarahan dan ketidaksetujuan mereka,” kata dia.

Dewan mengatakan telah bertemu dengan departemen pendidikan dan pihak sekolah yang berjanji tidak lagi menggunakan materi tersebut.

“Ada diskusi yang sedang berlangsung dengan pihak sekolah sehubungan dengan perilaku guru yang bersangkutan, permintaan maaf publik dari sekolah, dan kesempatan untuk berbicara dengan komunitas sekolah tentang Islam dan Nabi Muhammad kita tercinta,” jelas dewan tersebut.

Lihat Juga :  Yayasan Jantung Indonesia Kenalkan Hip Heart 2, Ajak peduli Kesehatan Jantung Sejak Remaja

“Kami berusaha untuk segera mengonfirmasi apakah konten ofensif ini merupakan bagian standar dari kurikulum DET, dan, jika demikian, kami akan meminta DET untuk segera menarik konten ini,” kata Dewan.

 

Diselidiki 

Menurut penuturan ayah dari siswa tersebut, seorang gurunya di perguruan tinggi, di utara Melbourne, diduga memainkan kartun eksplisit dan menghujat yang menggambarkan Nabi Muhammad di kelas.

Departemen Pendidikan Victoria kemu dian menindaklanjuti insiden ini

“Kami menginginkan permintaan maaf resmi dan kami menuntut penjelasan mengapa peristiwa semacam ini bisa terjadi.

Kami juga menuntut agar guru tersebut ditangguhkan dari sekolah dan dilakukan penyelidikan,” tulisnya, dilansir dari The Guardian, Selasa (8/11/2022).

Seorang juru bicara departemen pendidikan Victoria mengatakan peninjauan atas insiden itu sedang berlangsung.

Pihak departemen selanjutnya akan memutuskan saran terbaik yang harus diberikan kepada sekolah terkait dengan masalah sensitif yang serupa.

Lihat Juga :  Pidato Perdana Fatima Payman, Anggota Parlemen Berjilbab Pertama Australia, Ajak Muslimah Bangga Kenakan Jilbab

“Dukungan penuh diberikan kepada siswa yang terkena dampak,” kata juru bicara itu.

Video yang ditampilkan adalah salah satu dari serangkaian contoh yang digunakan di kelas tentang “media hibridisasi” dan pengaruhnya terhadap media sosial.

Padahal materi tersebut bukan bagian dari pengajaran kurikulum yang diwajibkan di sekolah-sekolah pemerintah Victoria.

Beberapa sumber menyarankan agar peringatan dikeluarkan sebelum konten ditampilkan dan siswa diberitahu mereka bebas untuk meninggalkan kelas jika mereka mau.

Awal tahun ini, sebuah studi Islamofobia di Australia menunjukkan 82 persen korban langsung insiden Islamofobia adalah wanita dan  85 persen di antaranya mengenakan jilbab.

Hampir tiga perempat dari pelaku adalah laki-laki.

Pihak sekolah menolak memberikan komentar dan meminta agar pernyataan terkait insiden ini langsung dari Departemen Pendidikan. (*/Mabruroh/https://www.republika.co.id/berita/rl0rzb366/siswa-muslim-di-melbourne-diduga-dipaksa-tonton-kartun-nabi-muhammad-di-sekolah/)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button