PALEMBANG EMAS

Sering Bertemu Publik, Pejabat ASN Swab Mandiri

ASSAJIDIN.COM — Harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, pemerintah tidak memungkiri jika timbul kekhawatiran akan memicu Klaster baru.Sehingga para pejabat diingatkan untuk juga melakukan protokol kesehatan.

Terutama belakangan ini santer di pemberitaan tidak sedikit pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, kondisi pandemi saat ini menjadikan dilema. Apalagi bagi para ASN/pejabat pemerintah yang tetap harus memberikan layanan kepada masyarakat.

“Rapid Test juga Swab rutin dilakukan pejabat secara mandiri, ini juga sering kita ingatkan. Terutama mereka harus tetap menjalankan pelayanan publik,” katanya.

Untuk mengantisipasi dan sebagai upaya pencegahan Covid-19, dirinya mengaku berupaya untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah-buahan dan makanan bergizi. “Vitamin yang bisa meningkatkan kualitas imun tubuh sebaiknya juga dikonsumsi,” katanya.

Lihat Juga :  Ilmuwan dari 32 Negara Kejutkan Dunia, Nyatakan Virus Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara

Juru Bicara Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan, meski belum mempunyai data apakah ada pejabat Pemkot Palembang yang pernah terpapar Covid-19, karena sejauh ini mayoritas pejabat/ASN melakukan swab secara mandiri.

“Saat ini baik ASN atau pejabat Kota yang hasil swabnya dari BBLK belum ada, begitu juga bila mereka swab mandiri tidak ada laporan ke kita. Seharusnya memang dilaporkan juga ke Dinkes agar bisa ikut diketahui hasilnya,” katanya.

Yudhi mengatakan, walau tidak ada datanya tetapi langkah swab mandiri bisa menjadi langkah tepat untuk pencegahan bila memang nanti terkonfirmasi positif Covid-19.

“Bagi yang punya gejala seperti batuk, demam, sesak nafas, maka perlu dirawat di RS tetapi bila tanpa gejala hanya perlu untuk isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Lihat Juga :  Blangko Masih Terbatas, Butuh Waktu Lama Lagi untuk Urus E-KTP di Palembang

Bila berkaca dengan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes/KMK) nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, bahwa untuk orang yang hasil rapid test Covid-19 reaktif supaya dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bila dalam kurun waktu tersebut terdapat gejala Covid-19 seperti batuk, demam, atau pun gejala lain berdasarkan pemeriksaan petugas kesehatan maka yang bersangkutan bisa dilakukan dengan metode RT PCR (swab test).

“Laporan hasil swab mandiri yang dilaporkan sangat berpengaruh, misalnya di indikator 1 tentang jumlah kasus Covid-19 yang ditemukanlah. Semakin banyak kasus yang ditemukan maka skor makin rendah,” katanya. (*/Sumber: assajidingroup/Kamayel Ar-Razi)

Tags
Close