PALEMBANG

Senam Bersama hingga Kulineran, Upaya Pengelola Pasar Ikan Modern Tarik Pembeli

ASSAJIDIN.COM – Sejak dibukanya Pasar Ikan Modern Palembang yang berlokasi di Jalan MP Mangkunegara Kelurahan 8 ilir Kecamatan Ilir Timur III pada November 2020 lalu oleh Menteri Kelautan dan Perikanan masih dalam kondisi sepi pembeli.

Oleh karena itu, Pengelola Pasar Ikan Modern Palembang melakukan berbagai macam strategi salah satunya mengadakan acara atau kegiatan yang menimbulkan keramaian dengan tetap menerapkan 3M Protokol kesehatan.

Tim Pengelola PIM Palembang, Syamsuri mengatakan pengelola terus melakukan upaya menarik masyarakat untuk berbelanja di pasar.

“Sudah dua minggu terakhir ini kita adakan senam setiap Sabtu pagi di halaman parkir pasar. Jadi bisa diikuti oleh warga sekitar dan setelah senam bisa mampir kepasar,”katanya.

Ia mengatakan juga dalam Minggu ini pada 26 sampai 28 Februari nanti akan diadakan bazar kuliner yang bekerjasama dengan Asosiasi UMKM Indonesia.

Ia pun mengatakan memang sejak dibuka pasar tersebut pedagang dipasar PIM mengeluhkan pembeli yang sepi tidak seramai pasar biasanya. Serta Jumlah pedagang tetap yang berjualan di PIM Palembang berkisar hanya 30 sampai 40 orang.

Lihat Juga :  Sekarang di Palembang, Buang Sampah Hanya Boleh Jam-jam Tertentu, Bila tidak Ada Sanksinya

Menurutnya hal wajar jika sebuah tempat baru apalagi kaitannya dengan kegiatan jual-beli punya masalah kuantitas pembeli yang datang. Semua butuh proses tidak ada yang instan.

“Itu makanya saya sering ingatkan pedagang semuanya berproses, perbanyak dulu pedagang dan isi pasar pasti pembeli berdatangan, ” katanya.

“Meskipun kita buka sejak pukul 06.30 WIB sampai tutup pukul 17.00 WIB, tapi ada yang sudah pulang sejak pukul 12.00 WIB. Karena sepi jadi banyak yang cepat pulang, sama seperti pasar lainnya, kalau hari sabtu dan minggu pasar sedikit ramai dari hari biasa” katanya, Minggu (21/02/2021).

Syamsuri berharap dengan adanya pameran dan upaya yang dilakukan pengelola akan menimbulkan minat masyarakat berbelanja di Pasar Ikan Modern.

Lihat Juga :  Masyarakat Kurang Mampu Tanggungan Pemerintah, Berobat di RS BARI dan Puskesmas Cukup Bawa KTP

Lanjut Samsuri, dari sisi pembeli ada kekeliruan mengenai apa saja yang dijual oleh PIM. Dengan kesan membawa nama ‘modern’, membuat masyarakat atau calon pembeli beranggapan apa yang dijual harganya lebih mahal ketimbang pasar tradisional.

“Padahal harga ikan disini sama saja dan tidak ada batasan atau minimal pembeli mau beli ikan berapa banyak. Kemudian namanya pasar ikan modern mungkin masyarakat beranggapan yang dijual hanya ikan, padahal disini juga ada yang jual sayur-sayuran. Kami ngarepnya pembeli masuk dulu kesini biar tau, “katanya.

Pengelola juga menyediakan timbangan digital untuk pembeli yang ingin mengecek timbangan serta menyediakan keranjang untuk mempermudah masyarakat yang membawa barang belanjaannya. Hanya saja, didalam PIM tidak adanya pedagang yang menjual daging sapi ataupun daging ayam.
“ya karena sudah ketentuan dari pusat tidak ada daging ayam dan sapi yang dijual,”katanya. (*)

Penulis: tri jumartini

Tags
Close
Close