NASIONAL

Selamat Hari Santri, Jadilah Santri yang Kuat dan Berkarakter

ASSAJIDIN.COM — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan mengisi peringatan Hari Santri dengan menggelar Istighasah dan Tausiyah Kebangsaan di Musolla al Ikhlas Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (22/10).

Kegiatan ini dihadiri Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Kepala Bagian Tata Usaha H. Abadil S.Ag, M.Si, para Kepala Bidang dan Pembimas, Kakankemenag Kota Palembang H. Deni Priansyah S.Ag, M.Pd.I, Ketua Baznas Provinsi Sumsel Drs. H. Najib Haitami, MM, Ketua dan Anggota Dharma Wanita Kanwil Kemenag Sumsel, para Kasubbag dan Kasi Kanwil Kemenag Sumsel.

Hadir juga secara virtual para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sumsel dan sejumlah pimpinan Pondok Pesantren di Sumsel.

Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA menuturkan, pesantren yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan kekhasannya telah terbukti berkontribusi melahirkan insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air dan berkemajuan.

Kaum sarungan itu juga terbukti memiliki kontribusi nyata dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, pergerakan kebangsaan, maupun pembangunan nasional.

Lihat Juga :  Nasihat Ustad Prof Dr dr Yuwono Biomed Dalam Menyambut Ramadhan 1441 Hijriyah

“Pesantren secara nyata telah berperan penting dalam membentuk, mendirikan, membangun, dan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, baik melalui aktivitas pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat.

Pertimbangan ini yang kemudian menjadi landasan filosofis mengapa negara perlu hadir untuk menjaga kekhasan dan menjamin penyelenggaraan pesantren sesuai dengan kekhasannya,” tutur Mukhlisuddin.

Dia menambahkan, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan ini merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Peringatan hari santri tahun ini secara khusus mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta Pandemi Covid-19. Tema ini adalah jawaban dari komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Jika santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati Pandemi Covid-19 dengan baik, insya Allah negara kita juga akan kuat dan sehat,” jelas Mukhlisuddin.

Lihat Juga :  Makna Santri dalam Arti Luas, Menurut Nurkholis Madjid hingga Menteri Agama

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sumsel H. Muhammad Ali S.Ag, M.Pd.I dalam laporannya menuturkan, meski di tengah Pandemi Covid-19, peringatan Hari Santri tetap dilaksanakan.

Tujuannya adalah untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.
“Tema yang diusung setiap tahunnya berbeda. Para 2016 temanya adalah Dari Pesantren Untuk Indonesia, tahun berikutnya Wajah Pesantren Wajah Indonesia, kemudian pada 2018 Bersama Santri Damailah Negeri dan tahun lalu Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia. Sedangkan tahun 2020 ini mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat.

Adapun rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri berdasarkan edaran Menteri Agama dapat berupa upacara bendera, zikir, shalawat dan tausiyah, serta sosialisasi melalui website. Tentu saja, seremoni peringatan tetap harus mematuhi protokol Covid-19,” jelas Muhammad Ali. (*/Sumber: rilis kemenag sumsel)

Tags
Close