ALFURQON SCHOOL

SDIT Al Furqon Masuk 3 Besar Kandidat Peraih Anugrah Inovation Government Award 2021

AsSajidin.com PALEMBANG–  “ Alhamdulillah, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon masuk 3 besar peraih Anugerah Inovation Government Award 2021 setelah berhasil menyingkirkan setidaknya 70 kandidat lain dari lintas bidang pendidikan yang terdiri dari mahasiswa, dan guru innovator,” kata Ustadz Zakiuddin, Rabu ( 8/12/2021).

Sejak pandemi covid-19 yang melanda tanah air tahun 2019 hingga 2021 ini, kata Ustadz Zaki SDIT Al Furqon tidak kendor dalam menggapai segudang prestasi. Mulai dari tingkat local hingga nasional, terbaru adalah penghargaan Anugrah Inovaton Government Award 2021 oleh Gubernur Sumatera Selatan 13 Desember 2021 mendatang di Griya Agung Palembang.

“ Jadi penghargaan ini memang sengaja diberikan Oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru atas para inovator yang memiliki terobosan dibidang masing-masing. Dan Alhamdulillah, salah satu yang menjadi kandidat juara adalah Boneka Robot Asyik2, buah karya guru SDIT Al Furqon,” ujarnya.

Boneka Robot Asyik 2 ini sengaja diciptakan untuk memberikan kemudahan system belajar.Ustadz Zaki berujar, jika pembuatan robot ini sendiri tidak memakan biaya yang tinggi pada umumnya robot-robot yang ada.

“ Kita berusaha menggunakan bahan-bahan bekas menjadi berguna bagi masyarakat. Kita coba dan Alhamdulillah berhasil. Jadi melalui robot ini,sekolah bisa memantau gaya belajar siswa  baik secara visual, auditori maupun kinestetiknya,” tuturnya.

Lihat Juga :  Dukung Program Pemerintah Tingkatkan Imunitas Siswa, SDIT Al Furqon Gelar Kegiatan Vaksinasi

Untuk diketahui bersama , Gaya belajar visual biasanya berfokus pada penglihatan. Saat mempelajari hal baru, biasanya tipe ini perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah mengerti dan memahami. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Itulah mengapa, orang yang memiliki tipe visual biasanya memiliki pemahaman yang mendalam dengan nilai artistik seperti paduan warna dan lainnya.

Sementara untuk gaya belajar auditori, biasanya lebih mengandalkan pendengaran untuk menerima informasi dan pengetahuan. Orang tipe auditori tidak masalah dengan tampilan visual saat mengajar, yang penting adalah mendengarkan pembicaraan guru dengan baik dan jelas.

Menurut ustadz Zaki untuk  gaya belajar kinestetik ini, biasnya  siswa dengan  tipe ini merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekadar membaca buku tetapi juga mempraktikkanya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestik ini. Makanya, orang yang memiliki gaya belajar tipe kinestetik biasanya tidak betah berdiam lama-lama di kelas .

“ Nah, untuk memudahkan proses belajar tersebut , boneka robot ini  dapat mengeindentifikasi cara belajar siswa  seperti apa yang sesuai dengan karakternya. Ini bakal ngebantu banget, lho! Apalagi buat yang masih bingung cara belajar yang tepat maka boneka robot asyik 2 ini bisa menjadi alternatifnya,” tambahnya.

Lihat Juga :  Tempati Gedung Baru, SMAIT Al Furqon Gelar Yasin dan Doa Bersama

Disinggung mengenai penerapan dan proses menciptanya, Ustadz Zaki menuturkan dalam pembuatannya robot ini tidak memakan biaya ratusan hingga jutaan rupiah melainkan hanya denga menggunakan barang-barang bekas seperti botol,selang dan kardus. Ya kalau di diakumulasi sekitar 50 ribuan saja.

Dirinya menambahkan, SDIT Al Furqon Palembang sudah sejak lama menerapkan system yang ketat untuk selalu memotifasi guru dan siswa agar selalu bisa mengembangkan diri. Seperti halnya dengan boneka robot asyik 2 yang di gagas oleh bunda Mona  diharapkan dapat juga di kembangkan oleh dewan guru yang lain untuk bisa menerapkan media pembelajaran.

“ Jadi kita itu, ada semacam kompetisi yangsehat. Guru diwajibkan untuk bisa menciptakan 1 karya ilmiah dan 1 media pembelajaran dalam sekali setahun. Langkah ini dianggap sangat perlu, mengingat memang kemajuan teknologi dan daya saing yang luar biasa.  Alhamdulillah, saat ini setidak 65 karya ilmiah dan media pembelajaran sudah di telurkan SDIT Al Furqon di dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin berkembang,” jelasnya. (Jemmy Saputera)

 

Back to top button