Uncategorized

Rezeki Bagi si Tukang Koran, Sebuah Renungan…

ASSAJIDIN.COM — Kisah ini diceritakan oleh aa gym pada kajian Ahad shubuh, 21 Februari 2021. Yang mana isi di dalamnya membuat saya khususnya, dan semoga bisa membuat teman-teman agar lebih bersyukur.

Diceritakan oleh seseorang ….

Pagi itu penjaja koran berteduh di emperan toko. Sejak shubuh hujan turun deras yang membuat dia tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku satu sen pun tidak ada uang yang akan ia peroleh jika hari terus hujan. Namun kegalauan yang kurasakan tidak nampak sedikitpun di wajah penjual koran. Hujan terus turun, namun si penjaja koran tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Nampaknya sebuah buku. Lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata itu adalah Al Qur’an.

Lihat Juga :  Infak - Sedekah, Akan Melipatgandakan Harta dan Amal

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam.”

“Bagaimana jualan korannya, Mas?”

“Alhamdulillah satu sudah terjual.”

“Wah … Susah juga, ya, kalo hujan begini?”

“InsyaAllah ada rizqinya.”

“Terus kalo hujannya sampe sore bagaimana?”

“Itu artinya rizqi saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”

“Kenapa?”

“Sebab Rasulullah SAW bersabda, saat hujan adalah saat yang mustajab untuk berdoa. Punya kesempatan untuk berdoa itu juga rizqi.”

“Lantas, kalo tidak dapat uang?”

“Berarti rizqi saya bersabar.”

“Kalo tidak ada yang dimakan?”

“Berarti rizqi saya berpuasa.”

“Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?”

“Allah SWT yang memberi rizqi. Apa saja rizqi yang diberikannya saya syukuri. Selama jualan koran meskipun tidak laku dan harus berpuasa. Walaupun kadang berpuasa saya tidak pernah kelaparan.”

Lihat Juga :  Rezeki Selalu Ada Alamat

Kata-katanya mantap dan ikhlas menutup pembicaraan.

Si penjaja koran akhirnya bersiap-siap untuk pulang sambil memasukkan Al Qur’an ke dalam tas gendongnya.

Aku merenung dan tanpa sengaja mataku menjadi gelap karena kucuran tangisku.

Rizqi bukan semata uang. Bisa berpuasa, bersabar, berdoa, beribadah, dan amal shalih lainnya itu juga termasuk rizqi.

Rizqi, hidayah, ibadah, itu jauh lebih berharga daripada pekerjaan dan uang.

Semoga kita bisa menjadi Hamba yang lebih bersyukur. Aamiin.(*)

Tags
Close
Close