MOZAIK ISLAM

Pertama Kali Dilakukan, Masjid Agung akan Sembelih Kurban Malam Hari, Begini Teknis Pembagian Daging Kurban

ASSAJIDIN.COM — Pengurus yayasan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Masjid Agung Palembang akan membatasi jemaah yang akan melaksanakan salat Ied pada Hari Raya Idul Adha 1441 H, Jumat (31/7/2020) mendatang.

Kebijakan ini diambil mengingat Sebaran virus corona atau COVID-19 yang masih masif menyebar di kota Palembang.
Tak hanya pembatasan jumlah jemaah yang akan melakukan salat Ied, pengurus yayasan Masjid Agung juga bakal melakukan pemotongan hewan kurban tidak akan dilaksanakan usai solat Ied.
Melainkan pada keesokan harinya di waktu malam hari hingga menjelang Subuh. Ini hal yang baru pertama kali dilakukan Masjid Agung, karena pandemi covid-19.

Ketua Yayasan Masjid SMB Jayo Wikramo, Kgs Ahmad Sarnubi mengungkapkan salat Idul Adha tetap dilakukan seperti biasa.
Hanya saja, untuk menghindarkan penularan COVID-19 pihaknya akan membatasi jumlah jemaah yang masuk untuk melaksanakan salat.

Lihat Juga :  Kuliah Dhuha Bersama Ustad Al Habib Novel, Yuk Hadir, Gratis

Menurutnya, setiap tahun jemaah Salat Ied di Masjid Agung dihadiri sampai 20 ribu jemaah yang tumpah sampai menutupi jalan dan Jembatan Ampera.
Akan tetapi untuk tahun ini hal itu tidak bisa dilaksanakan karena untuk membatasi kerumunan.

Para jemaah pun diwajibkan menerapkan protokol kesehatan.
“Salat Ied nanti akan kita lakukan pembatasan, jemaah tidak akan sampai keluar.
Tetapi, tetap menggunakan ruangan yang ada seperti salat Jumat,” katanya, Senin (27/7/2020).

Ia menjelaskan, untuk pemotongan hewan kurban pihaknya tidak akan melakukan pemotongan pada siang hari atau usai Salat Ied.
Melainkan akan dilaksanakan pada keesokan harinya pada waktu malam hari hingga menjelang Subuh.

Pemotongan pada malam hari ini dilakukan agar tidak ada masyarakat yang menonton dan menghindari kerumunan massa.

Lihat Juga :  Jemaah Masbuk, Bareng Saat Imam Ucap Salam Tahiyat Akhir, Bagaimana Baiknya?

“Jadi hanya ada petugas kami saja, ketika selesai daging dibungkus dan akan dibagikan pagi atau siang harinya,” jelasnya.

Selain itu, pihak Yayasan Masjid Agung juga tidak menyediakan kupon daging kurban.

Nantinya, pihak pengurus Masjid Agung akan akan memanggil ketua RT lingkungan sekitar untuk mendata warganya yang berhak mendapatkan daging.

“Nanti daging kurban ini akan kita bagi melalui RT nya langsung. Sehingga tidak akan ada kerumunan,” ungkap Sarnubi.(*/SUMBER: SRIPOKU.COM)

Tags
Close