EKONOMI

Peran Penting Ustadz Ustadzah dalam Pengembangan Ekonomi Umat

ASSAJIDIN.COM — Kontribusi Ustadz-Ustadzah yang telah dibina pemerintah Kota Palembang sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi ummat pertama di Kota Palembang.

Hal Itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, Riza Pahlevi pada Kegiatan Pembekalan Ustadz Di Hotel Beston, Rabu (16/09/20).

Riza Pahlevi menghimbau kepada para ustadz ustadzah untuk tetap kuat berkomitmen dalam mendukung implementasi oengembangan ummat. Dengan hal itu pemerintah Kota Palembang melalui Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menambah kembali ustadz sebanyak 185 ustadz yang sebelumnya terdapat 400 ustadz guna menargetkan banyaknya musholah dan masjid yang ada di Kota Palembang.

Para ustadz mempunyai peran penting dalam pengembangan ekonomi umat ini, untuk teknis, setiap minggu para ustadz memberikan ceramah setelah sholat berjamaah di masjid. Sebelumnya para ustadz mengabsen terlebih dahulu di aplikasi Siabuh yang telah dibuat oleh tim khusus.

Lihat Juga :  Ini Isi Fatwa Pemanfaatan Harta Zakat dalam Penanggulangan Covid

Riza mengatakan ada sinergi antara para ustadz dan pemerintah, nantinya para ustadz akan bertugas menginformasikan kepada masyarakat mengenai strategi ekonomi umat.

“Melalui dukungan itu, ditambah kekuatan 2000 masjid, apabila dikolaborasikan akan menjadi Hal Yang Luar Biasa.  Penyatuan Visi Misi Sesuai Grand Desain, Proses Ini akan menjadi gebrakan hebat jika kita totalitas,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama, Staf Khusus Tim IT Aplikasi Siabuh dan Siltanus Fandy Kurniawan mengatakan aplikasi Siabuh dibuat untuk memantau pergerakan para ustadz dan para jamaah untuk sholat subuh, sedangkan aplikasi Siltanus sebagai laporan atas kinerja Ustadz tersebut.

“Seperti di dalamnya ada fitur foto selfie, yang jg fungsinya untuk mengetahui lokasi apakah benar sholat berjamaah di masjid,”katanya.

Lihat Juga :  Menkeu Sri Mulyani : Saudagar Muhammadiyah Harus Pahami Gejolak Ekonomi Dunia

Diketahui para ustadz diwajibkan untuk mengupload laporannya ke aplikasi Siltanus seminggu sekali dan merekap laporan tersebut untuk di kumpul di Kesra sebanyak sebulan sekali.(*)

Penulis : tri jumartini

Tags
Close