PALEMBANG EMAS

Penantian 9 Bulan, Alhamdulillah Insentif Guru Honor Cair

ASSAJIDIN.COM — Menjadi angin segar bagi 2000 guru dan pegawai honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Palembang, sebab insentif terhitung Januari hingga Juli mulai dicairkan.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, insentif tersebut sempat tertunda selama beberapa bulan ini lantaran terjadinya recofusing atau pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19. Belum lagi, dampak Covid-19 mengakibatkan minimnya pemasukan pada keuangan daerah.

“Hari ini insentif mulai dicairkan ke rekening masing-masing. Sempat tertunda karena dampak recofusing, bukan maksud ingin menunda tapi karena keuangan daerah juga,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, insentif dalam satu atau dua hari ini sudah seluruhnya masuk ke rekening guru dan pegawai honorer. Meski tidak menyebutkan keseluruhan nilai anggarannya, tetapi setiap pegawai mendapatkan Rp700 ribu perbulan – Rp1 juta perbulan.

Lihat Juga :  Ramai Sholat Sunnat Gerhana, ini Pesan Khatib kepada Jemaah

“Sesuai SK lama, Januari sampai Maret mereka ada mendapatkan Rp700 ribu dan ada yang Rp1 juta. Sedangkan di SK baru ini April – Juli semuanya dapat Rp1 juta. Baru kita bayarkan Januari sampai Juli, melihat kondisi keuangan,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah insentif tersebut memang tidak sebanding dengan jasa para guru. Tetapi jika dibandingkan dengan kota kabupaten lain, Palembang sudah cukup tinggi. Kecuali Musi Banyuasin yang sudah di atas Kota Palembang insentifnya.

“Kedepan jika keuangan daerah lebih bagus lagi, maka insentif yang diberikan juga akan lebih banyak lagi,” katanya.

Salah seorang guru honor di salah satu SMP Kota Palembang, Dani mengaku jika kabar insentif telah dicairkan sudah diterimanya kemarin. Awalnya ia mendapatkan insentif Rp500 ribu, naik lagi sampai sekarang Rp1 juta. “Alhamdulillah kemarin sudah masuk, baru hari ini saya akan cek rekening saya,” katanya.

Lihat Juga :  Pak Menteri, Jangan Zalimi Kami

Ia mengatakan, insentif yang didapatkannya sejak 2018 itu cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selain dari gaji yang didapatkan. “Ya seperti untuk memenuhi kebutuhan di rumah tangga dan kebutuhan anak,” katanya. (*/Sumber: maklumatnews/Kamayel Ar-Razi)

Tags
Close